Para Peraih Suara Terbanyak, Leli Pariani 5.003 Suara, Alfred Raup 4.059

  • Whatsapp

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Dua politikus senior berbagi angka suara pribadi yang cukup signifikan, dan menjadi raihan terbanyak untuk meraih kursi di DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parmout). Uniknya, keduanya bertarung di dapil 5, yang memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 43,316.

Raihan suara pribadi yang mencapai 5.003 suara di dapil terakhir, dengan jumlah DPT 43.316 ribu bukan hal yang mudah bagi Ni Wayan Leli Pariani dari Partai Golkar. Apalagi di dapil yang hampir dihuni para petahana dengan durasi berkuasa di parlemen cukup lama. Sebut saja I Ketut Mardika dari Partai Gerindra, kemudian Alfred Mas Boy Tonggiroh dari PDIP, tidak pernah tergoyahkan posisinya.

Leli mengatakan, mendapatkan suara sebanyak 5.003 bukan sesuatu yang diraih dengan cara yang mudah dan cepat. Selama 20 tahun basis massanya selalu dirawat, bahkan pada Pileg 2013 lalu, ia sempat vakum dari parlemen, karena tidak mendapatkan kursi di DPRD Sulteng. Namun hal itu, kata Leli, tidak membuatnya berhenti berbakti kepada masyarakat, apalagi konstituen yang sudah mengakar di basisnya di dapil 5.

“Melihat ke belakang, pada pileg sebelum tahun 2013, saya sempat meraih suara terbanyak juga di dapil 5, bersama Made Yastina dari Partai Golkar, tapi tidak sebanyak ini,” kata Leli, .

Kemudian di level kedua, ada Alfred Masboy Tonggiroh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan capaian suara pribadi 4.059 di dapil 5. 

Menariknya, Alfred bukan hanya mendapatkan suara tertinggi kedua, namun juga berhasil membawa partai besutan Megawati Soekarnoputri menjadi peraih suara terbanyak di Kabupaten Parimo, yaitu total 32.977, di atas Partai Nasdem yang mendapatkan 31.935. Hasil itu mengantarkan PDIP memastikan posisi Ketua DPRD Parimo, dengan mendapatkan 7 kursi.

“Raihan suara yang besar di dapil 5, saya rasa bukan perkara mudah. Sebab harus bertarung di ruang yang kecil, dengan jumlah DPT yang kecil. Tetapi berkat kerja keras semua tim, kami meraihnya dengan sempurna,” tegas Alfred.

Saat ditanya terkait suara tertinggi kedua di Parmout, Alfred menyebut hal itu karena dirinya sudah merawat selama puluhan tahun, menjaga basis massa, kemudian selalu membuka komunikasi, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa kecewa dengan dirinya, dan kemudian diganjar dengan suara yang mencapai ribuan.

Baca Juga