Pelanggan PDAM Pagimana Tak Terlayani, Komisi III DPRD Temukan 14 Titik Kebocoran

Ketua Komisi III, DPRD Banggai, Suprapto bersama anggota dewan lainnya saat meninjau titik titik kebocoran pipa PDAM di Kecamatan Pagimana. FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO

BANGGAI, MERCUSUAR – Krisis air bersih di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, berdampak terhadap ratusan pelanggan PDAM. Dari sekira 2.000 pelanggan, hanya 1.300 yang saat ini dapat terlayani.

Persoalan tersebut terungkap saat Komisi III DPRD Banggai bersama Direksi PDAM melakukan peninjauan langsung ke bak penampungan air bersih di Desa Pinapuan, Kecamatan Pagimana, belum lama ini.

Peninjauan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banggai, Suprapto, sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait minimnya pasokan air bersih di wilayah Pagimana. Dalam pengecekan tersebut, Komisi III bersama pihak PDAM menemukan sejumlah persoalan pada jaringan distribusi air.

“Di atas penampungan ini terjadi pipa bocor,” kata Suprapto, Rabu (7/10/2026).

Politikus PDIP itu mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi bersama pihak PDAM, ditemukan sedikitnya 14 titik kebocoran pada jaringan.

“Berdasarkan identifikasi kami dan teman-teman PDAM terdapat 14 titik kebocoran,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat bak penampungan yang dibangun dengan konstruksi beton tidak dapat terisi secara maksimal. Akibatnya, pasokan air yang didistribusikan kepada masyarakat dan pelanggan PDAM di Pagimana menjadi terbatas.

Atas kondisi tersebut, Komisi III DPRD Banggai meminta PDAM segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan. Langkah itu dinilai penting untuk mengembalikan kapasitas distribusi air kepada masyarakat.

Suprapto berharap pemeliharaan jaringan dapat dilakukan PDAM bersama Dinas PUPR Kabupaten Banggai. Ia mengestimasi kebutuhan anggaran untuk pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan jaringan mencapai sekira Rp150 juta.

Ia juga mendorong agar perbaikan dilakukan dalam waktu dekat, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat Pagimana. TOP

Pos terkait