TONDO, MERCUSUAR – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengikuti video conference yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo untuk mengantisipasi fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki “Godzilla”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam menghadapi dampak serius El Nino, terutama potensi kekeringan panjang dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa El Nino berpotensi memperparah kondisi lingkungan, sehingga diperlukan langkah strategis seperti pembentukan Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Satgas ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap potensi bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
Selain itu, seluruh jajaran kepolisian diminta bersikap proaktif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menghadirkan riset, inovasi, dan dukungan sumber daya dalam menghadapi dampak El Nino, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Wakapolri juga menyoroti pentingnya pengelolaan data terintegrasi dalam menghadapi situasi darurat akibat El Nino. Penggunaan big data dinilai krusial untuk analisis dan pengambilan kebijakan yang tepat, sehingga seluruh instansi diminta disiplin dalam menginput dan berbagi data secara terpadu.
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Endi Sutendi mengatakan, wilayahnya wilayahnya memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak musim kemarau panjang akibat El Nino. Oleh karena itu, sinergi antara Polri dan instansi terkait terus diperkuat guna meminimalkan dampak bencana, baik terhadap masyarakat maupun lingkungan. IKI/*






