BANGGAI, MERCUSUAR – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Banggai menyelenggarakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Penguatan Jejaring Kemitraan dalam Mendukung Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Banggai, di salah satu hotel di Kota Luwuk, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para pengurus mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan KDKMP, serta meningkatkan kemampuan pengurus dalam menyusun rencana bisnis dan mengidentifikasi potensi usaha sesuai karakteristik desa/kelurahan. Peserta berjumlah 90 orang terdiri dari 90 KDKMP se-Kabupaten Banggai.
Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili menyampaikan Kabupaten Banggai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, di antaranya memiliki sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM, perdagangan, pariwisata, serta berbagai potensi sumber daya lokal lainnya.
“Tentunya, hal ini harus kita kelola menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, kunci keberhasilan KDKMP bukan hanya terletak pada modal atau fasilitas yang diberikan, tetapi terutama pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Pengurus koperasi harus memiliki kemampuan manajerial, memahami prinsip-prinsip perkoperasian, mampu membuat perencanaan usaha, mengelola keuangan secara transparan, memahami pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital, serta membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan,” tutur Furqanuddin.
Ia juga menekankan agar koperasi membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan dan lembaga pembiayaan, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, pelaku UMKM, kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok peternak, serta berbagai pihak lainnya.
“Kita harus membangun sebuah ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Produk masyarakat harus memiliki akses pasar, pelaku usaha harus memiliki akses pembiayaan, petani dan nelayan harus mendapatkan akses terhadap sarana produksi dan teknologi, dan koperasi harus menjadi salah satu simpul yang menghubungkan seluruh kepentingan tersebut,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai untuk tidak berhenti pada pembentukan dan pembinaan administratif, melainkan terus melakukan pendampingan, monitoring, evaluasi, serta penguatan kapasitas terhadap KDKMP. TOP






