Penanganan HIV/AIDS, Pemkab Banggai Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Pertemuan Penguatan Kolaborasi Pengendalian HIV/AIDS Tahun 2026 di Kabupaten Banggai, untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral. FOTO: DOK. DKISP BANGGAI

BANGGAI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai melalui Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian HIV/AIDS.

Hal itu diwujudkan melalui Pertemuan Penguatan Kolaborasi Pengendalian HIV/AIDS Tahun 2026, di Luwuk, Rabu (16/9/2026).

Ketua Panitia, Nurul Indah Dalillah mengatakan HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan. Merujuk data Kementerian Kesehatan RI hingga Juli 2024, jumlah kumulatif kasus di Sulteng sejak 2002 hingga September 2025 tercatat sebanyak 6.811 kasus, terdiri dari 5.123 kasus HIV dan 1.688 AIDS. Sementara di Kabupaten Banggai, hingga Mei 2026 tercatat 601 kasus HIV dan 385 kasus AIDS.

Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin menegaskan pertemuan tersebut bukan sekadar membahas data dan angka, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama untuk melindungi masyarakat serta menyelamatkan generasi muda.

“Data ini menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa persoalan HIV/AIDS tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan generasi muda, keluarga, pendidikan, produktivitas, dan pembangunan daerah,” ujar Furqanuddin.

Menurutnya, penanganan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi keagamaan, kepemudaan, media, tenaga kesehatan, keluarga dan seluruh elemen masyarakat.

Furqanuddin meminta penanganan HIV/AIDS mengedepankan pencegahan, edukasi, deteksi dini, pengobatan dan pendampingan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi.

“Masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS jangan dikucilkan. Mereka membutuhkan dukungan untuk mendapatkan pengobatan dan menjalani kehidupan secara produktif. Jangan sampai karena stigma dan diskriminasi, seseorang takut melakukan pemeriksaan dan memilih menyembunyikan kondisinya sehingga justru meningkatkan risiko penularan,” tegasnya.

Furqanuddin menambahkan, Pemkab Banggai berkomitmen mengejar target Three Zeroes pada 2030, yakni tidak ada infeksi HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS, serta tidak ada stigma dan diskriminasi.

“Target tersebut hanya dapat kita capai melalui kolaborasi yang kuat, kerja nyata dan komitmen bersama,” pungkas Furqanuddin. TOP

Pos terkait