MOROWALI, MERCUSUAR – Ribuan warga memadati Alun-alun Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morowali, Selasa (15/9/2026) malam, mengikuti Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat.
Di tengah suasana, Gubernur Sulteng yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan dalam membangun daerah.
Anwar mengatakan, pembangunan Morowali membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, perbedaan pilihan politik maupun latar belakang kelompok, tidak semestinya menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kemajuan daerah.
“Ini bukan soal partai mana. Ini bukan soal warna apa. Tapi kita semua bertanggung jawab untuk memajukan Morowali yang kita cintai ini,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melihat pembangunan dari sisi kontribusi, bukan dari perbedaan kelompok.
“Tidak usah lihat warnanya, tidak usah lihat kelompoknya, tapi mari kita lihat bagaimana kita bisa memberi kontribusi bagi Morowali yang kita cintai ini,” imbuh Anwar.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga meminta seluruh kader Partai Demokrat di Morowali untuk mendukung pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, partai politik, serta seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap daerah.
Anwar juga menyoroti kondisi fiskal Morowali yang menurutnya memiliki kapasitas cukup kuat di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut dirasakan berbagai daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan kekuatan tersebut untuk terus mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Di tengah efisiensi, di tengah daerah lain tidak bisa menggaji guru, menggaji PTTKK, Morowali justru memiliki ketahanan fiskal yang cukup kuat. Oleh karena itu mari kita bersama-sama bangun Morowali,” tegasnya lagi.
Anwar juga mengajak masyarakat untuk tetap menaruh kepedulian terhadap berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, serta bencana kebakaran di beberapa wilayah di Sulteng. Ia juga menyinggung kebakaran lahan di Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso yang mengakibatkan sebuah gedung SMA terbakar.
“Kita mendoakan supaya Sulawesi Tengah dan juga Morowali ini senantiasa dijauhkan dari segala bencana, dari segala malapetaka yang akan menyusahkan kita semuanya,” tutupnya. TAR






