PARMOUT, MERCUSUAR – Bencana banjir kembali menerjang Kecamatan Moutong dan Bolano Lambunu di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dalam dua hari terakhir. Akibatnya, sebanyak 132 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parmout, Rivai mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang terdampak bencana. Menurutnya, data sementara menunjukkan wilayah terdampak tersebar di beberapa desa dengan kondisi yang berbeda-beda.
“Selain bencana banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu terjadinya tanah longsor di Dusun VII Desa Petanasugi Kecamatan Bolano Lambunu. Saat ini tim di lapangan masih melakukan asesmen dan pendataan lebih lanjut untuk memastikan kondisi warga tetap aman, terutama ketersediaan kebutuhan yang diperlukan,” ujar Rivai di Parigi, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parmout, dilaporkan bahwa dari total jumlah warga terdampak banjir tersebut sebanyak 66 KK berada di Desa Tuladenggi Pantai dan 8 KK di Desa Sialopa Kecamatan Moutong. Sedangkan di Desa Gunung Sari Kecamatan Bolano Lambunu sebanyak 58 KK.
Peristiwa banjir di Desa Tuladenggi Pantai dilaporkan terjadi pada Senin (18/5/2026) sekira pukul 03.00 WITA. Adapun jumlah warga terdampak terdiri dari 56 KK di Dusun I dan 10 KK di Dusun II. Sementara bencana serupa di Desa Gunung Sari, dilaporkan terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekira pukul 15.10 WITA. Dengan rincian korban sebanyak 13 KK di Dusun II, 26 KK di Dusun III, 17 KK di Dusun IV, dan 2 KK di Dusun VI.
Pada hari yang sama sekira pukul 13.00 WITA, banjir juga melanda Desa Salopa. Sebanyak 8 KK terdampak, masing-masing 4 KK di Dusun I dan 4 KK di Dusun II. Meski sempat rendam rumah warga, situasi saat ini dilaporkan mulai membaik dan warga telah membersihkan rumah masing-masing. Adapun kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah tersebut berupa logistik penanggulangan bencana.
Dalam data itu juga disebutkan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat. Kondisi tanggul sungai yang sudah menurun membuat air meluap melewati tanggul dan masuk ke kawasan permukiman.
Selain merendam rumah warga, banjir di dua kecamatan tersebut juga merendam sejumlah fasilitas umum. Diantaranya posyandu, lapangan sepak bola, musholla, jalan usaha tani dan penghubung, polindes, serta masjid. Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan di lokasi tersebut berupa alat berat untuk perbaikan tanggul sungai. Sementara kondisi terakhir dibeberapa wilayah itu dilaporkan air mulai berangsur surut.
“Hingga saat ini ada lokasi yang kondisi airnya belum sepenuhnya surut, sehingga TRC masih melakukan kaji cepat untuk mengetahui perkembangan di lapangan,” ungkap Rivai.
Data sementara mengenai ibu hamil, bayi, balita, lansia, serta penyandang disabilitas masih dalam proses pendataan petugas di lapangan. Hingga laporan diterima, tidak terdapat korban jiwa akibat rangkaian bencana tersebut. Sedangkan kerusakan rumah, baik kategori rusak berat maupun ringan, masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Termasuk lahan perkebunan dan pertanian. Hingga kini, BPBD Parmout bersama aparat desa telah melakukan langkah awal penanganan.
Rivai mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat prakiraan cuaca di wilayah Kabupaten Parmout beberapa hari kedepan, masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor,” pungkas Rivai. AFL






