BRI Micro and SME Index: Vaksinasi dan Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Kebangkitan UMKM

  • Whatsapp
07803E53-FE09-4BB3-965D-E69BCA38EA05-b9d01255

Jakarta Iklimbisnis di sektor UMKM dinilaibisacepatrecovery sepanjangkuartal III 2021, jikadampakdaripenyebaranvarian Delta virus Covid-19 bisaditekan dan aktivitasekonomitumbuh bergulirdenganmemperhatikanprotokolkesehatan, setelah vaksinasimasifdilakukanpemerintah. Hal inidapatdilihatdarihasilBRI Micro & SME Index (BMSI) yang memberigambaran umumkondisi UMKM di Indonesia setiapkuartal. BMSI adalah indekspertama yang merekamkondisi UMKM secararutin di Indonesia. Melaluiindeksini, bisadiketahuibagaimanakinerja pelaku UMKM pada kuartaltertentu, sertaekspektasimerekadalam kurun 3 bulankedepan.

DirekturRiset BRI Research Institute Anton Hendranata mengatakansebenarnyakondisipelaku UMKM semakinmembaik dan optimistis pada kuartal IItahun 2021. Menurutnya, pada kuartalII 2021 indekspelaku UMKM yang ditunjukkan BRI Micro and SME Index (BMSI) meningkatsignifikandariposisikuartal I 2021, yaknidari level 93 menjadi 102,6. Optimisme pada kuartal II 2021 tersebutmerupakan yangpertamakalinyasejakpandemi Covid-19 melanda. Sebelumnya, sejakawalpandemihinggakuartal I 2021 indeks BMSI selaluada di zona pesimisatau di bawah 100.

Optimismepelaku UMKM pada kuartal II 2021 didukung oleh aktivitasmasyarakat yang meningkatsignifikankarenaturunnya penyebaran Covid-19 dan vaksinasi yang cakupannyameluas. Iklim usaha UMKM pada periodetersebut pun terdongkrakpeningkatan produksiuntukmemenuhipermintaan pada Ramadan dan perayaan IdulFitri.Kemudiandiperkuatpanenrayatanamanbahanmakanan dan kenaikanhargakomoditas. Selainitu, stimulus berupa penghapusan PPN rumahtapak dan rumahsusun yang menguntungkanindustrikonstruksisebagaisektorpadatkarya.

Namunoptimismepelaku UMKM sempatmeluruhmemasuki kuartal III tahunini. Sebabnya, kata Anton, varian Delta memperburukdampakpandemisehinggapemerintahmembatasi interaksimasyarakattermasukkegiatanekonomisecaralangsung. Hal inimembuatindeksekspektasipelaku UMKM menurun menjadi 88,1.


“Hal
iniberartijikapendemibisadikendalikan dan aktivitas masyarakatkembaliberangsur normal, makaekspektasipelaku UMKMdapatmeningkatlagisecaracepat. Kita masih punya peluangbesaruntukmembalikkankeadaanini,” kata Anton yang juga selaku Chief Economist BRI. Anton pun menekankan, harapan,dan ekspektasipelaku UMKM sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintahdalammengatasipandemi dan menekanpenyebaran virus Covid-19.

Survei BMSI kuartal II 2021 dilakukan di 33 provinsidengan jumlahrespondensebanyak 6.009 nasabah UMKM. Jumlah respondenini naik 7,5% darisurveikuartal I laluyaitu 5.588 nasabah. Adapun margin of error sekitar 1,3%, metode sampling yaknistratified systematic random sampling, denganperiodesurveimulai 28 Juni – 30 Juli 2021.

Dalamkesempatanterpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkanbahwadarihasilriset BMSI pelaku UMKMtersebut,yang terpentingsaatiniadalahbagaimanasecond wave pandemi Covid inidapatsegeradiatasisehinggakondisiekonomi nasional pada kuartalketiga 2021 dapatsegeramembaik, kata dia,

Baca Juga