BUOL, MERCUSUAR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buol, Taufik Abd. Aziz menegaskan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tidak boleh terjebak menjadi sekadar rutinitas administratif atau ajang mencari kesalahan.
Hal tersebut disampaikannya, saat membuka kegiatan PKKM Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Biau Tahun 2026, di Aula MAN Biau, Senin (2/11/2026).
Di hadapan para Pengawas Provinsi, Pokjawas, guru, dan komite sekolah, Taufik meminta agar momentum tersebut dijadikan sebagai refleksi mutu kepemimpinan.
Menurutnya, Kepala Madrasah memegang pilar strategis sebagai penggerak utama institusi. Keberhasilan tata kelola pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berprestasi sangat bergantung pada bagaimana Kepala Madrasah menakhodai lembaganya.
“Penilaian kinerja ini bukan sekadar rutinitas administratif atau mencari kekurangan, melainkan bentuk refleksi dan pembinaan berkelanjutan, agar kepala madrasah terus berinovasi dalam memajukan kualitas pendidikan Islam di Kabupaten Buol,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, instrumen PKKM harus mampu memicu lahirnya inovasi-inovasi baru dari madrasah, bukan justru membebani dengan tumpukan berkas formalitas. Melalui evaluasi, kelemahan manajerial yang ada harus segera dicarikan solusi lewat pembinaan yang terukur.
Taufik juga berharap proses penilaian di MAN Biau berjalan secara objektif melalui tim penilai independen. Tim akan membedah berbagai aspek esensial, mulai dari kemampuan manajerial, pengembangan kewirausahaan, efektivitas supervisi terhadap guru dan tenaga kependidikan, hingga bukti konkret pencapaian prestasi madrasah.
“Semoga MAN Biau dapat memanfaatkan hasil PKKM sebagai batu loncatan untuk mendongkrak standar pelayanan mutu pendidikan, sekaligus menjadi barometer bagi madrasah-madrasah lain di wilayah Kabupaten Buol,” tandasnya. */IEA






