26 UMKM Unggulan Sulteng Menuju Pasar Global

Sumarno

LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Program Inkubasi UMKM, Selasa (1/9/2026). Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu naik kelas sekaligus menembus pasar ekspor.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulteng, Sumarno mengatakan, program inkubasi intensif ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di lingkup instansinya. Pendampingan diberikan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, dari usaha mikro menjadi usaha menengah, serta membangun orientasi pasar yang lebih luas.

“Dari sekitar 200 pelaku usaha dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulteng yang mendaftar, sebanyak 26 wirausaha terbaik telah diseleksi untuk mengikuti seluruh tahapan program. Mereka akan mendapat pendampingan dengan fokus pada lima komoditas unggulan daerah, yakni produk perikanan, cokelat dan turunannya, kopi dan turunannya, durian, serta rumput laut,” katanya.

Sumarno menegaskan, produk yang diarahkan ke pasar ekspor bukan berupa bahan baku mentah, melainkan produk olahan yang memiliki nilai tambah. Di antaranya selai, dodol dan permen durian, produk olahan cokelat, kopi, hingga produk turunan rumput laut dan kelapa seperti Virgin Coconut Oil (VCO).

“Program inkubasi berlangsung selama empat bulan dan diawali pelatihan intensif selama empat hari. Salah satu fokus utama adalah penguatan branding dan kemasan. Kemasan menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen, termasuk konsumen internasional. Produk tradisional pun didorong tetap mempertahankan identitas lokal dengan sentuhan modern dan higienis,” terangnya.

Untuk membuka akses pasar ekspor, Dinas Koperasi dan UKM Sulteng akan menggandeng eksportir yang telah memiliki izin resmi. Guangzhou, Tiongkok, menjadi salah satu pasar potensial yang dibidik, terlebih dengan tersedianya jalur penerbangan langsung yang dinilai dapat mempercepat distribusi produk.

Sumarno optimistis pengiriman produk UMKM ke pasar luar negeri dapat terealisasi sebelum akhir 2026.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, pengembangan UMKM diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pengurangan angka pengangguran di Sulawesi Tengah. UTM

Pos terkait