PALU, MERCUSUAR– Perhatian terhadap pembinaan pemain muda menjadi salah satu fokus Asprov PSSI Sulawesi Tengah dalam pelaksanaan Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulawesi Tengah 2026.
Menjelang bergulirnya kompetisi, Asprov PSSI Sulteng terlebih dahulu mematangkan kesiapan teknis melalui workshop dan Match Coordination Meeting (MCM) yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa (1/9/2026).
Kompetisi kelompok umur tersebut dijadwalkan resmi dimulai Rabu (2/9/2026) di Lapangan Gawalise Tipo dan akan dibuka langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.
Plt Sekretaris Asprov PSSI Sulteng, Jely Rompas, menegaskan bahwa Piala Soeratin tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Karena itu, menurut Jely, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemain, pelatih, wasit hingga tata kelola organisasi.
“Bukan hanya sekadar turnamen atau kompetisi, tapi program-program pembinaan. Pelatih dan wasit harus kita perkuat, organisasi juga kita perbaiki,” kata Jely.
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Asprov PSSI Sulteng juga menyiapkan sejumlah program peningkatan kualitas sumber daya manusia, di antaranya kursus wasit C3 dan kursus lisensi D pelatih.
Jely menilai keberadaan kompetisi kelompok umur secara rutin sangat dibutuhkan agar pemain muda memiliki jalur pembinaan yang jelas. Ia mencontohkan Papua yang dinilainya memiliki sistem pembinaan pemain muda lebih baik, sehingga mampu melahirkan banyak pemain berkualitas pada kelompok usia U-17 hingga U-21.
“Kita kalah dari Papua dalam pembinaan pemain muda. Banyak pemain U-17 dan U-21 yang luar biasa berasal dari sana. Kita juga harus punya wadah agar anak-anak yang punya bakat bisa diarahkan ke jalur yang benar,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga pemain usia dini dari kompetisi yang tidak sesuai dengan tahapan pembinaan, termasuk keterlibatan secara sembarangan dalam turnamen antarkampung (tarkam).
Dukungan terhadap penyelenggaraan Piala Soeratin juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng, Dinwar Ibrahim, menilai kompetisi usia dini merupakan salah satu sarana penting dalam menemukan sekaligus mengembangkan talenta sepak bola daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan PSSI, apalagi ini untuk usia dini. Ini sangat penting untuk perkembangan sepak bola Sulawesi Tengah ke depan,” kata Dinwar.
Ia berharap Piala Soeratin mampu menjadi salah satu pintu lahirnya pemain-pemain muda potensial dari Sulawesi Tengah yang kelak dapat bersaing dan mengharumkan nama daerah di level nasional hingga internasional. CLG






