PALU, MERCUSUAR – Direktur Utama Bank Perekonomian Rakyat Prima Artha Sejahtera (BPR PAS) atau yang dikenal dengan White Bank, Hendrik Sjam, mengungkapkan realisasi produk Deposito Merdeka pada Agustus 2026 telah mencapai Rp1,156 miliar.
Capaian tersebut tercatat hanya dalam satu bulan sejak produk Deposito Merdeka diluncurkan. Menurut Hendrik, pencapaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menempatkan dana pada produk simpanan yang menawarkan kemudahan sekaligus memberikan rasa aman bagi nasabah.
White Bank melalui produk Deposito Merdeka menawarkan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat yang ingin menempatkan dana pada instrumen investasi yang aman, legal, dan memberikan hasil yang kompetitif.
Produk deposito tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya White Bank mendorong masyarakat agar lebih cermat dalam memilih investasi, di tengah maraknya tawaran investasi bodong yang tidak memiliki legalitas serta menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal.
Ketua DPD Perbarindo Sulteng menegaskan masyarakat perlu memahami prinsip “Legal dan Logis” sebelum memutuskan menempatkan dana pada suatu instrumen investasi. Menurutnya, legalitas dan kewajaran imbal hasil menjadi dua hal penting yang harus diperhatikan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Investasi itu harus legal dan logis. Masyarakat harus memastikan tempat mereka menempatkan dana memiliki legalitas yang jelas dan memberikan keuntungan yang wajar,” kata Hendrik.
Ia mengatakan, melalui Deposito Merdeka, White Bank ingin memberikan rasa aman dan keyakinan kepada masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan dana yang dimiliki.
Hendrik menjelaskan, simpanan masyarakat di White Bank mendapatkan perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Produk Deposito Merdeka juga menawarkan suku bunga hingga 6,25 persen per tahun (pa), yang merupakan batas maksimum tingkat bunga penjaminan LPS. HAI/*






