BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Pemerintah Kota Palu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) untuk mendorong masyarakat beralih dari layanan listrik pascabayar ke sistem prabayar atau token.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi secara masif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pimpinan wilayah, tokoh masyarakat, pengurus PKK hingga tokoh adat. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan efisiensi penggunaan listrik prabayar hingga ke tingkat akar rumput.
Sekretaris Bapenda Kota Palu, Syarifudin, mengatakan sistem listrik prabayar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung pengelolaan kas daerah. Menurutnya, masyarakat dapat mengontrol penggunaan listrik sesuai kemampuan anggaran sehingga pengeluaran bulanan lebih mudah dikendalikan.
“Penggunaan listrik prabayar memberikan kontrol penuh kepada masyarakat untuk mengatur dan membatasi pengeluaran bulanan. Hal ini jauh lebih efektif dibandingkan sistem pascabayar yang kerap memicu pembengkakan tagihan di luar kendali,” ujar Syarifudin, Rabu (26/8/2026).
Menurut Syarifudin, peralihan ke listrik prabayar juga berdampak terhadap penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Tenaga Listrik. Pada sistem pascabayar, tingginya tunggakan listrik masyarakat turut memengaruhi kelancaran penyetoran pajak ke kas daerah.
“Dulu penerimaan PBJT tenaga listrik rata-rata berada di angka Rp3 miliar dan cukup sulit mencapai Rp4 miliar per bulan karena banyaknya tunggakan. Saat ini, penerimaan dari sektor ini sudah menembus Rp6 miliar per bulan,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menggunakan listrik sekaligus memenuhi kewajiban pajak. Pertumbuhan permukiman dan jumlah penduduk di Kota Palu juga dinilai semakin memperbesar potensi penerimaan daerah dari sektor tersebut.
Pemkot Palu berharap sinergi bersama PLN dan masyarakat terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat, mengoptimalkan penerimaan Pajak Daerah, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan Kota Palu. UTM







