BTN Gelar Akad Massal KPR dan KUR di HUT Kota Palu

PALU, MERCUSUAR – Momentum peringatan HUT Kota Palu ke – 48, dimanfaatkan PT BTN untuk turut berpartisipasi dengan melaksanakan Akad Massal Kredit UMKM dan KPR di lapangan vatulemo, Minggu (27/9/2026).

Akad Massal ini bagian dari transformasi BTN Transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui akad massal 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia, terdiri atas 1.009 debitur UMKM dan 1.568 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

“Khusus di Palu, akad dilakukan kepada 159 debitur, terdiri atas 111 debitur produk UMKM dan 48 debitur KPR Subsidi,” ujar Direktur Commercial Banking Bank BTN Hermita.

Menurutnya, BTN kini tidak hanya identik dengan pembiayaan rumah, tetapi terus memperluas ekosistem melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dalam pengembangan UMKM di Palu, BTN juga akan mendorong perluasan akses pasar melalui pemanfaatan kanal digital.

Kolaborasi itu juga diwujudkan dalam kegiatan Gebyar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-48 Kota Palu berlangsung hingga 30 September 2026, dengan menghadirkan 89 tenant UMKM di Lapangan Vatulemo.

Hermita mengatakan Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi nyata BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia, dengan memperluas manfaat perseroan dari pembiayaan rumah menjadi penggerak aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan berbagai potensi daerah mencakup penguatan UMKM serta digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk tahun ini, salah satunya adalah penguatan digitalisasi di bidang pemerintahan (e-government). Ini memberikan dampak layanan ke masyarakat. Alat ukurnya untuk memastikan layanan masyarakat dapat dipantau secara langsung,” jelasnya.

Wali Kota berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM, semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik.

Saat ini, program inkubator bisnis Pemerintah Kota Palu telah mendampingi lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut juga memberikan penguatan modal usaha kepada sekitar 1.000 mahasiswa di Kota Palu. HAI/ABS

Pos terkait