Prodi SPI UIN Datokarama Gelar Pelatihan Penulisan Sejarah Lokal di Labuan

DONGGALA, MERCUSUAR — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Datokarama Palu mendorong masyarakat dan generasi muda Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, untuk mulai mendokumentasikan sejarah lokal, sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan dan identitas masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi SPI UIN Datokarama Palu yang dilaksanakan di Kecamatan Labuan, Minggu (27/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema penulisan dan penelitian sejarah lokal Labuan.

Kegiatan ini dihadiri aparat desa di wilayah Kecamatan Labuan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta sejumlah undangan lainnya.

Koordinator Prodi SPI UIN Datokarama Palu, Mohammad Sairin, S.Pd., MA, mengatakan pemilihan Labuan sebagai lokasi PKM didasarkan pada pertimbangan kekayaan sejarah dan kebudayaan yang dimiliki wilayah tersebut.

“Labuan memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan yang penting untuk ditelusuri dan didokumentasikan. Karena itu, kami melihat wilayah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam kajian sejarah lokal,” kata Sairin dalam sambutannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat dan generasi muda untuk melakukan penelusuran sejarah di lingkungan mereka sendiri.

Camat Labuan, Arifin, SP, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan penulisan sejarah lokal dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenali kembali perjalanan sejarah daerahnya.

Arifin mendorong generasi muda Labuan agar tidak hanya mengenal sejarah dari sumber-sumber umum, tetapi mulai menelusuri berbagai peristiwa, tokoh, tempat, dan tradisi yang berkembang di wilayah Labuan.

“Generasi muda Labuan perlu mulai menelusuri sejarah daerahnya sendiri. Kalau tidak ditelusuri dan ditulis, banyak sejarah lokal yang berpotensi hilang bersama orang-orang yang mengetahuinya,” ujar Arifin.

Ia mengatakan, sejarah lokal tidak hanya penting bagi kepentingan akademik, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat dalam memahami identitas dan perkembangan wilayahnya.

Karena itu, Arifin berharap kegiatan yang dilaksanakan Prodi SPI UIN Datokarama Palu dapat memiliki tindak lanjut. Menurutnya, pelatihan tersebut sebaiknya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan atau program penelusuran sejarah lokal di Kecamatan Labuan.

“Kami berharap ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini. Kalau memungkinkan, ada tindak lanjut dari Prodi SPI sehingga sejarah lokal Labuan benar-benar bisa ditelusuri, ditulis, dan didokumentasikan,” katanya.

Pelaksanaan PKM diisi dengan tiga materi utama. Materi pertama mengenai pentingnya menulis sejarah lokal yang disampaikan Dosen Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Tadulako, Wilman Darsono Lumangino, M.A.

Materi kedua membahas metode penelitian sejarah lokal yang disampaikan Dosen Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Datokarama Palu, Andriansyah, M.A. Sementara materi ketiga mengenai penulisan sejarah lokal Labuan disampaikan Mohammad Sairin selaku Koordinator Prodi SPI. JEF

Pos terkait