DLH Kota Palu Pastikan TPA Kawatuna Punya SOP Pengelolaan Sampah

  • Whatsapp

TANAMODINDI, MERCUSUAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus berjibaku menggalakkan program dalam mewujudkan target Adipura 2024. Seluruh objek penilaian telah dipersiapkan untuk menyambut tim penilai Adipura tersebut. Salah satunya dengan menata pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akgir (TPA) Kawatuna yang telah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palu, M Arif Lamakarate menjelaskan, persentase penilaian terbesar ada pada pola pengelolaan sampah di TPA yang saat ini pengelolaan sampah di TPA Kawatuna sudah memiliki SOP.

“SOP pengelolaan TPA ini yang mendapat forsi penilaian hingga 40 persen. Kini kita sudah punya SOP pengelolaan di sana,”urai Arif.

Selanjutnya hal lain yang dipersiapkan untuk Adipura adalah pengelolaan sampah pada level masyarakat. Misalnya saat ini pengelolaan sampah yang dilakukan warga binaan (Warbin) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo.

Saat ini Warbin tidak lagi meminta produksi sampah diangkut untuk dibuang ke TPA akan tetapi warbin mengolahnya menjadi sesuatu bernilai ekonomis.

“Sampah di Lapas Petobo ini awalnya diangkut 1 hari 1 kontainer. Sekarang sampahnya tidak lagi minta dibuang tapi mereka olah. Kalau sampah non organik bisa jual langsung dan organik mereka olah jadi kompos cair dan padat,”paparnya.

Lalu pembentukan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Saat ini TPS3R ini menurutnya telah berjalan di 7 kelurahan yakni Kelurahan Silae, Pengawu, Talise Valangguni, Palupi, Petobo, Tondo dan Kelurahan Duyu, sedangkan untuk pengelolaan melalui pola bank sampah, Arif menyebut sejauh telah ada 17 bank sampah yang dikelola swadaya masyarakat.

“Semua itu nantinya akan menjadi objek penilaian Adipura,”ucapnya.

Baca Juga