Gubernur Sulteng Luncurkan Dua Buku BERANI

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi meluncurkan dua buku bertajuk “BERANI Berkah: Fondasi Spiritual Pembangunan Sulawesi Tengah” dan “BERANI Sehat: Menyalakan Harapan di Setiap Nyawa” dalam pembukaan Festival Semarak Sulteng Nambaso yang digelar di Jodjokodi Convention Center, Rabu (14/4/2026) malam.

Peluncuran dua buku tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian acara pembukaan festival, sekaligus menandai artikulasi gagasan pembangunan daerah yang menempatkan dimensi kesehatan dan spiritualitas sebagai fondasi utama kebijakan publik.

Salah seorang penulis buku, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag., yang juga Ketua MUI Kota Palu dan Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah menjelaskan, kedua buku tersebut tidak sekadar karya literasi, melainkan refleksi atas proses transformasi sosial yang tengah berlangsung di Sulawesi Tengah.

“Ini bukan sekadar peluncuran buku biasa. Kedua karya ini merupakan manifestasi pemikiran yang mencoba menjawab paradoks pembangunan, di mana di satu sisi kita maju secara teknologi, tetapi sering kali kehilangan empati,” ujar Prof. Zainal Abidin.

Menurutnya, buku BERANI Sehat merepresentasikan upaya perbaikan sistem layanan kesehatan yang lebih manusiawi, dengan menempatkan akses kesehatan sebagai hak dasar masyarakat. Salah satu gagasan kunci yang diangkat adalah penyederhanaan layanan melalui penggunaan KTP sebagai akses utama layanan kesehatan.

Sementara itu, buku BERANI Berkah menyoroti pentingnya fondasi spiritual dalam birokrasi. Zainal menilai bahwa pembangunan fisik tidak akan bermakna tanpa diiringi integritas moral dan empati dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Kekeringan empati adalah akar dari kegagalan birokrasi. Karena itu, buku ini menekankan bahwa setiap kebijakan harus dilandasi nilai spiritual dan kemanusiaan,” jelasnya.

Dua buku tersebut ditulis secara kolaboratif oleh Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag. dan Dr. Kamridah, S.Ag., M.Th.I., dengan kontribusi perspektif akademik, spiritual, serta pengalaman empiris di bidang kesehatan.

Lebih lanjut, Prof. Zainal mengungkapkan, kedua buku ini juga memuat konsep Hero System, yakni gagasan pembangunan sistem yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada figur kepemimpinan tertentu. Selain itu, terdapat pula gagasan “Diplomasi Kesehatan Domestik” yang mendorong Sulawesi Tengah menjadi model pelayanan kesehatan berbasis hak bagi daerah lain di Indonesia.

Peluncuran ini, menurutnya, merupakan langkah awal untuk mendorong implementasi gagasan tersebut agar tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi arah kebijakan yang konkret.

“Buku ini adalah cetak biru. Tujuannya bukan hanya dibaca, tetapi dijalankan sebagai sistem yang hidup di tengah masyarakat,” tegasnya. JEF

Pos terkait