Jejak Tanah, Ingatan Bencana dalam Karya Lucky Arie

PALU, MERCUSUAR – Kuratana Studio bersama Ruretik Lab menggelar pameran Jejak Tanah: Bentang Berlanjut karya Lucky Arie dengan kurator Kukuh Ramadhan di Rumah Tiara Coffee, Palu, Senin (28/9/2026). Pameran berlangsung hingga 4 Oktober 2026.

Pameran yang dibuka tepat delapan tahun setelah gempa, tsunami, dan likuefaksi Palu pada 28 September 2018 ini, mengangkat hubungan manusia dengan tanah, bentang alam, pengetahuan, dan ingatan. Karya yang ditampilkan memadukan tanah, tembikar, diorama, photogrammetry 3D, video, suara, dan geo stencil.

Salah satu karya utama berupa diorama fragmen bentang alam yang dibuat menggunakan tanah dari sejumlah lokasi pengrajin tembikar, seperti Bada, Bulu Masomba, serta pegunungan di sebelah barat Palu, salah satunya Duyu.

“Diorama ini mengambil tanah dari beberapa lokasi para pengrajin tembikar, seperti Bada, Bulu Masomba, dan pegunungan di sebelah barat Palu, salah satunya Duyu,” kata Lucky Arie.

Diorama tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat tempatan pada periode ketika tembikar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat digambarkan bermukim di punggungan gunung dan bukit, dengan tembikar digunakan untuk memasak, ritual adat, hingga menjadi bekal kubur.

Lucky Arie, yang berlatar belakang sinematografer, mempertemukan cara kerja sinema dengan material tanah. Selain diorama, pameran menghadirkan visual photogrammetry 3D gua purba, video wawancara pengrajin tembikar khas Lembah Lore dan Palu, soundscape, geo stencil jejak patahan purba, serta reparasi tembikar khas Lembah Lore.

Pameran ini juga dilengkapi sesi wicara, simposium, praktik pembuatan tembikar, percakapan tentang pengetahuan dan ekstraktivisme, aktivasi komunitas, serta pertunjukan audiovisual. Pemilihan 28 September sebagai hari pembukaan menjadi bagian dari upaya menghubungkan karya dengan pengalaman bencana 2018. Melalui tanah, benda, suara, dan dokumentasi, pameran ini mengajak publik melihat kembali bagaimana bencana terus hidup dalam ingatan dan hubungan manusia dengan bentang alam. JEF

Pos terkait