Muhammadiyah Apresiasi Pemprov Dukung Agenda Tanwir

Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto (kanan) saat bertemu Sekprov Sulteng, Novalina, di Palu, Jumat (4/9/2026). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, atas dukungan pada agenda Tanwir Muhammadiyah 2026, yang akan diselenggarakan di Palu, pada November 2026 mendatang.

Hal itu disampaikan Agung saat bertemu Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Dr. Novalina, di salah satu resto di Palu, Jumat (4/9/2026).

“Terima kasih kepada Gubernur dan jajarannya, atas dukungannya terhadap penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Sulteng,” kata Agung.

Tanwir merupakan permusyawaratan tertinggi kedua di Muhammadiyah setelah Muktamar, yang dihadiri jajaran PP Muhammadiyah serta utusan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah se-Indonesia.

Sementara Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, H. Muh. Amin Parakkasi mengatakan pihaknya ditunjuk sebagai tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026 melalui proses yang cukup panjang, dan melibatkan beberapa PW Muhammadiyah yang menawarkan diri menjadi tuan rumah.

“Dengan berbagai pertimbangan, PP menunjuk PW Muhammadiyah Sulteng sebagai tuan rumah. Dengan dukungan Pemprov, Insyaallah, kami siap menyukseskan pelaksanaan Tanwir,” ujar Amin.

“Pak Agung (Ketua PP) menitip salam khusus kepada Gubernur, yang telah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan restu terhadap pelaksanaan Tanwir. Semoga Bapak Gubernur dapat terus menjalankan amanah dengan sebaik mungkin, mengayomi masyarakat agar daerah kita menjadi semakin baik,” sambungnya.

Jelang pelaksanaan Tanwir, Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto turut mengukuhkan jajaran Panitia Penerima, di Gedung Banua Kaili Rusdy Toana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Sabtu (5/9/2026).

Sebelumnya, Suara Muhammadiyah telah meluncurkan produksi batik motif kelor edisi khusus Tanwir Muhammadiyah. Amin Parakkasi menyebut, motif batik tersebut merupakan salah satu ikhtiar Muhammadiyah dalam mengenalkan kearifan lokal yang menjadi kebangaan masyarakat dan pemerintah daerah. IEA

Pos terkait