BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026), perhatian Pemerintah Kota Palu tidak hanya tertuju pada penanganan dampak gempa, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas publik tetap aman digunakan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah kondisi Jembatan III Palu yang diduga mengalami keretakan setelah guncangan terjadi.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses identifikasi yang dilakukan tim teknis terhadap struktur jembatan tersebut. Kehadirannya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons setiap potensi ancaman terhadap keselamatan warga.
“Langkah penutupan sementara Jembatan III Palu merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah sebelum adanya kepastian hasil pemeriksaan dari para ahli. Menegaskan bahwa penutupan keselamatan masyarakat harus ditempatkan di atas segala pertimbangan lainnya. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Sebelum ada hasil kajian yang menyatakan jembatan benar-benar aman, maka akses sementara harus ditutup,” ujarnya.
Penutupan dilakukan dari dua sisi akses utama, yakni melalui Jalan Ki Maja dan Jalan Wahid Hasyim. Kebijakan ini memang berdampak pada mobilitas warga, namun dinilai sebagai langkah preventif yang diperlukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Di lapangan, tim teknis terlihat melakukan serangkaian pemeriksaan detail terhadap sejumlah bagian konstruksi jembatan. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada titik yang diduga mengalami keretakan, tetapi juga mencakup struktur utama, sambungan, pondasi, hingga komponen pendukung lainnya.
“Proses identifikasi dilakukan secara profesional oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi dan infrastruktur. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya,” terangnya.
Selain memantau pekerjaan tim teknis, wakil wali kota juga berdialog dengan sejumlah petugas dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Ia meminta agar hasil kajian disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat.
Pemerintah Kota Palu juga mengimbau warga untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan selama masa penutupan berlangsung. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi jembatan.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Ismayadin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kota Palu, Mohammad Akhir Armansyah, serta sejumlah tenaga ahli yang melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi infrastruktur tersebut.
Melalui langkah cepat ini, Pemerintah Kota Palu ingin memastikan setiap keputusan yang diambil didasarkan pada kajian teknis yang objektif. Pemerintah berkomitmen terus menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan kepada masyarakat hingga Jembatan III Palu dinyatakan aman dan dapat kembali difungsikan secara normal. UTM






