TONDO, MERCUSUAR – Setelah mengabdikan diri selama puluhan tahun di dunia pendidikan, Kepala SMAN 5 Palu, Salim, resmi memasuki masa purna bakti terhitung mulai 1 Agustus 2026. Momen tersebut menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang pendidik yang telah memberikan dedikasi, keteladanan, dan pengabdian bagi kemajuan pendidikan di Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah.
Karier Salim di dunia pendidikan dimulai sebagai guru di SMAN 3 Palu. Berkat dedikasi dan kepemimpinannya, ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 9 Palu, selanjutnya memimpin SMAN 7 Palu, SMAN 8 Palu, dan menutup masa tugasnya sebagai Kepala SMAN 5 Palu.
Selain memimpin sejumlah sekolah, Salim juga aktif dalam organisasi profesi kepala sekolah. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan menjabat sebagai Ketua Forum MKKS Provinsi Sulawesi Tengah selama dua periode.
Dalam kesempatan perpisahannya, Salim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar sekolah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai pendidik.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kesempatan mengabdi di dunia pendidikan hingga memasuki masa purna bakti. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, serta semua pihak yang telah bekerja sama dan mendukung saya selama bertugas. Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa kebersamaan dan kekompakan,” ungkap Salim, Senin (3/8/2026).
Kepada para guru yang masih aktif mengabdi, Salim berpesan agar terus menjaga semangat dan integritas sebagai pendidik.
“Jadilah guru yang mengajar dengan hati. Dunia pendidikan terus berkembang, sehingga kita harus selalu belajar, berinovasi, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa.” Terangnya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para siswa agar terus mengejar cita-cita dengan disiplin dan kerja keras.
“Anak-anakku, jangan pernah berhenti bermimpi. Hormatilah guru dan orang tua, manfaatkan waktu untuk belajar, serta bangun karakter yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Prestasi akan datang kepada mereka yang mau berusaha dan tidak mudah menyerah. Saya yakin kalian mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa.” Tambahnya.
Purna bakti Salim menjadi penanda berakhirnya satu babak pengabdian panjang yang penuh dedikasi. Namun, nilai-nilai kepemimpinan, keteladanan, dan semangat pengabdiannya akan tetap dikenang serta menjadi inspirasi bagi para guru, kepala sekolah, dan generasi muda di Sulawesi Tengah. UTM







