PALU, MERCUSUAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) melalui kegiatan Pra Chef de Mission (CDM) Meeting yang digelar di Sutan Raja Hotel, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Umum KONI Sulteng, Andi Nur B. Lamakarate, mewakili Ketua Umum KONI Sulteng Muh Fathur Razaq.
Pra CDM turut dihadiri Ketua Harian KONI Sulteng Ifan Taufan, Bendahara Umum Rendy Siara, jajaran KONI Morowali selaku tuan rumah, perwakilan 13 KONI kabupaten/kota, serta pengurus provinsi cabang olahraga.
Dalam sambutannya, Andi Nur yang akrab disapa Anca menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar ajang kompetisi tingkat daerah, tetapi menjadi bagian dari tahapan pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 yang akan digelar di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
“Porprov ini adalah bagian dari persiapan menuju PON. Ujungnya adalah membawa nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Memang ada perbedaan pandangan di antara kita, namun tujuan akhirnya tetap sama, yakni menuju PON,” ujarnya.
Anca menambahkan, KONI Sulteng telah menyiapkan langkah pembinaan jangka panjang untuk menghadapi PON 2028, termasuk agenda gala dinner bersama para bapak angkat atau pihak pendukung pembinaan atlet.
Ia menjelaskan, skema penganggaran pembinaan cabang olahraga kini disalurkan langsung kepada masing-masing cabang olahraga, mencakup honor atlet, program try out, hingga pengadaan perlengkapan latihan.
“Peran KONI saat ini lebih difokuskan pada fungsi pengawasan dan monitoring pelaksanaan program pembinaan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Morowali Yusman Mahbub menegaskan kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah Porprov.
Menurutnya, secara teknis Morowali siap melaksanakan Porprov sesuai jadwal, sementara jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan akan diputuskan lebih lanjut dalam forum Pra CDM.
“Sebagai tuan rumah, Morowali siap dari sisi venue maupun akomodasi untuk seluruh kontingen,” katanya.
Pra CDM menjadi salah satu tahapan krusial menuju pelaksanaan Porprov karena forum tersebut membahas konsolidasi teknis, penyamaan persepsi, serta memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia penyelenggara.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah verifikasi data atlet melalui proses entry by name dan entry by number guna memastikan seluruh kontingen memahami regulasi pertandingan dan prosedur administrasi sebelum Porprov dimulai. */CLG






