Bulog Puji Kualitas Gabah di Sienjo

Peninjauan kualitas gabah di penggilingan Makloon Desa Sienjo, Parmout, oleh Perum Bulog, Selasa (14/4/2026). FOTO: DOK. BULOG SULTENG

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto meninjau penyerapan gabah di Sulteng, dengan mengunjungi mitra penggilingan Makloon di Desa Sienjo Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Selasa (14/4/2026).

Prihasto yang didampingi Kepala Divisi Pengadaan Perum Bulog, Elis Nurhayati dan Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng Jusri berdiskusi bersama mitra penggilingan dan petani di lokasi tersebut, sembari menyosialisasikan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto terkait swasembada pangan berkelanjutan dengan aksi nyata penyerapan pangan.

Dalam kunjungan tersebut, Prihasto memuji kualitas gabah di Sienjo. Namun demikian, menurutnya, penggilingan perlu meningkatkan metode-metode teknis untuk menghasilkan gabah yang lebih memiliki kualitas terbaik.

“Kami mendorong bagaimana memaksimalkan gabah di Sulteng. Kami terus menggalakkan arahan Bapak Presiden untuk swasembada pangan berkelanjutan,” kata Prihasto.

Ia menuturkan, Inpres nomor 6 tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah menekankan serapan dengan mutu pangan yang baik, agar cadangan beras pemerintah dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Jadi kualitas gabah kami imbau agar tetap dijaga supaya serapan berkualitas,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar Kanwil Perum Bulog Sulteng terus memantau kualitas gabah di lapangan, serta menyosialisasikan agar padi dipanen pada umur yang cukup. Hal itu agar kualitas panen tetap terjaga.

“Hal lain juga agar sosialisasi pada saat panen dengan mesin (CHM), blowernya dijaga tetap hidup, biar gabahnya tetap cantik dan juga tidak merugikan salah satu pihak,” sambung Prihasto.

Sementara itu, Pimwil Bulog Kanwil Sulteng, Jusri mengatakan pihaknya terus melakukan kunjungan-kunjungan strategis ke sentra-sentra serapan domestik.

“Kunjungan-kunjungan terus kami lakukan, agar petani lebih dekat dengan Perum Bulog. Mereka (petani) punya wadah untuk menjual dengan harga yang relatif stabil sesuai ketetapan pemerintah,” ujar Jusri. */IEA

Pos terkait