BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – SMPN 6 Palu memiliki cara tersendiri dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) karena mereka tidak memaksakan para siswa mengikutinya, dari 279 siswa hanya 200 siswa yang ikut.
Sebelumnya dalam pelaksanaan TKA, mereka juga berkolaborasi dengan orang tua siswa dalam memberikan pembinaan secara maksimal. Makanya mereka mendapatkan dukungan penuh dari orang tua. Walaupun begitu mereka tidak memaksakan para siswa untuk ikut karena ujian ini memang tidak menentukan kelulusan para siswa.
“Memang kami memberikan kebebasan kepada para siswa apakah mereka ikut atau tidak, jika tidak kami juga meminta alasannya kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka masuk zona. Jadi tidak perlu mengikuti pendaftaran melalui prestasi. Sebab rata-rata mereka tinggal berdekatan dengan SMAN 3 Palu,” kata Kepala SMPN 6 Palu, Hartadi Gatot, Selasa (14/4/2026).
Pihaknya mengatakan bahwa siswa yang mengikuti tentunya mendapatkan berbagai persiapan secara maksimal. Mulai dari optimalisasi peningkatan kualitas pendidikan, memberikan pelatihan kepada para guru, dan memberikan pembelajaran tambahan kepada para siswa di luar jam pelajaran di sekolah.
“Alhamdulillah pelaksanaan TKA di sekolah berjalan dengan lancar, walaupun kami masih memiliki keterbatasan komputer. Makanya kami melaksanakan TKA dibagi menjadi empat zona, sebab jumlah komputer sangat terbatas,” terangnya.Pihaknya mengatakan optimis bisa meraih nilai terbaik selama pelaksanaan TKA sesuai dengan target yang diberikan oleh Disdikbud Kota Palu. Makanya mereka juga meminta kepada pemerintah agar bisa memberikan bantuan komputer untuk memenuhi kebutuhan para siswa dalam melaksanakan pembelajaran maupun ujian seperti TKA. UTM






