Untad Fasilitasi Peserta Disabilitas dalam Seleksi Mandiri 2026

PALU, MERCUSUAR — Universitas Tadulako (Untad) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan tinggi yang inklusif melalui pelaksanaan Seleksi Mandiri (SM) 2026.

Koordinator Pelaksana Seleksi Mandiri Untad, Dr. Adfiyanti Fadjar, S.H., LL.M., mengatakan terdapat dua peserta penyandang disabilitas yang mengikuti seleksi tahun ini, yakni satu peserta tunanetra dan satu peserta tunadaksa.

Menurut Adfiyanti, panitia memastikan peserta disabilitas memperoleh fasilitas yang sesuai agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan setara dengan peserta lainnya.

“Kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Tidak ada pengkotakan atau perlakuan berbeda. Semua peserta kami fasilitasi agar dapat mengikuti proses seleksi secara inklusif,” ujar Adfiyanti.

Ia menjelaskan, fasilitasi bagi peserta disabilitas bukan hal baru bagi UNTAD. Dukungan serupa juga telah diberikan pada pelaksanaan UTBK SNBT sebelumnya, ketika terdapat peserta penyandang disabilitas yang mengikuti ujian.

Pada Seleksi Mandiri 2026, peserta disabilitas mengikuti ujian sesuai jadwal dan mendapat dukungan fasilitas berdasarkan kebutuhannya. Panitia juga memastikan kesiapan sistem pendaftaran, ruang ujian, perangkat, hingga pengawasan selama pelaksanaan tes.

Adfiyanti menilai keberadaan peserta disabilitas menunjukkan pentingnya sistem seleksi perguruan tinggi yang dapat diakses seluruh calon mahasiswa tanpa diskriminasi.

“Kami akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Seleksi Mandiri Untad 2026 berlangsung lancar dan tertib. Tingkat kehadiran peserta tergolong tinggi dan panitia tidak menemukan praktik kecurangan. Pelaksanaan ujian juga tetap berjalan normal meski Kota Palu sempat diguncang gempa pada masa seleksi.

Dari sisi sarana, Untad menggunakan perangkat komputer baru dan fasilitas ujian yang telah diperbarui untuk meningkatkan kenyamanan peserta.

Menurut Adfiyanti, penyediaan akses yang setara bagi peserta disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi akademiknya.

Selain itu, pihaknya mengatakan, hal ini bagian dari komitmen untad dan komitmen pimpinan, dalam hal ini Rektor Untad, Prof. Amar, dalam mewujudkan kampus inklusif.

Melalui pelaksanaan Seleksi Mandiri 2026, Untad menegaskan komitmennya membangun sistem pendidikan tinggi yang ramah, setara, dan terbuka bagi semua. */JEF

Pos terkait