PALU, MERCUSUAR – Perempuan Bangsa Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan. Lomba yang diikuti ibu-ibu dan anak-anak di Pondok Pinang, Kabonena, Palu Barat, sejak pagi hingga siang berlangsung seru dan penuh kekeluargaan.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sulteng, Badriyah, S.Sos menjelaskan, kegiatan lomba dikemas suasana gembira dan keakraban. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga siang hari berlangsung seru.
Khusus lomba untuk anak-anak yaitu limba makan kerupuk dan lomba memasukkan paku ke dalam botol. Sedangkan lomba untuk ibu-ibu dibagi per orangan dan per kelompok.
Lomba per orangan adalah memecahkan balon yang diikatkan di kaki. Sedangkan lomba per kelompok yaitu estafet air pakai pelastik gula, estafet sarung. Kemudian estafet bola pingpong menggunakan gelas pop ice yaang diikatkan di kepala. Lalu lomba jepit balon menggunakan perut/pinggang sambil bergoyang.
“Ada juga lomba cadangan yaitu lipat sarung sambil menerbangkan balon untuk tidak menyentuh tanah. Suasana lomba benar-benar seru di alam terbuka yang rindang dengan pepohonan,” kata Badriyah.
Dijelaskan, kegiatan yang diikuti para pengurus DPW Perempuan Bangsa Sulteng ini berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Beragam perlombaan digelar, sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar pengurus.
Suasana yang tak kalah serunya ketika semua kegiatan sudah berakhir. Sebelum bubar, ibu-ibu menyanyikan lagu-lagu dangdut yang mengundang peserta ikut bergoyang.
Tetapi di sela-sela itu, ada yang memberikan saweran sehingga membuat kerumunan berlomba untuk memungut uang yang dilempar ke udara. Tidak peduli terjatuh ketika belomba memungut uang, yang penting uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dapat direbut.
Sejumlah lomba khas perayaan HUT RI disiapkan untuk membangun suasana kebersamaan yang menggembirakan. Para pengurus terlihat antusias mengikuti setiap perlombaan, tidak hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga dalam memperkuat tali silaturrahmi satu sama lain.
Badriyah menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kekompakan dan soliditas internal organisasi.
“Momentum HUT ke-81 RI ini kita manfaatkan untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat kekeluargaan sesama pengurus Perempuan Bangsa. Lomba-lomba yang digelar memang sederhana, tetapi nilai kebersamaannya sangat besar,” katanya.
Menurutnya, Perempuan Bangsa sebagai organisasi sayap perempuan PKB, tidak hanya memiliki peran dalam menjalankan program organisasi, tetapi juga perlu membangun hubungan yang harmonis dan solid di antara para pengurus.
“Kita ingin suasana internal organisasi tetap hangat, kompak dan penuh kebersamaan. Dengan kegiatan seperti ini, mudah-mudahan komunikasi antar pengurus semakin baik, dan semangat untuk menjalankan program-program Perempuan Bangsa juga semakin kuat,” katanya.
Semangat kemerdekaan juga terlihat dari antusiasme peserta yang saling memberikan dukungan kepada rekan-rekannya selama perlombaan berlangsung. Melalui kegiatan tersebut, sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk dengan membangun semangat kebersamaan, memperkuat persatuan dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan semangat ‘Kemerdekaan, Kebersamaan dan Kekompakan’, DPW Perempuan Bangsa Sulteng berharap, hubungan kekeluargaan antar pengurus semakin erat dan organisasi semakin solid dalam menjalankan berbagai agenda ke depan.MAN







