WBP Lapas Palu Panen 80 Kilogram Sayuran

Sebanyak 80 kilogram hasil panen berupa 40 kilogram terong dan 40 kilogram kangkung berhasil dipanen pada Minggu (31/5/2026). FOTO: DOK LAPAS PALU

PETOBO, MERCUSUAR – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali menunjukkan produktivitas melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Sebanyak 80 kilogram hasil panen berupa 40 kilogram terong dan 40 kilogram kangkung berhasil dipanen pada Minggu (31/5/2026).

Kegiatan panen dilakukan oleh WBP yang mengikuti program kemandirian pertanian di lahan pertanian Lapas Palu di bawah pengawasan petugas Seksi Kegiatan Kerja. Hasil panen selanjutnya diserahkan kepada vendor dapur umum Lapas untuk diolah menjadi bahan makanan bagi warga binaan.

Program pertanian tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kedisiplinan warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas Kelas IIA Palu.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, mengatakan kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui program pertanian ini, warga binaan dibekali keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, hasil panen juga memberikan kontribusi dalam mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi konsistensi Lapas Palu dalam mengembangkan program pembinaan berbasis ketahanan pangan.

“Program kemandirian seperti ini harus terus dikembangkan karena tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan serta memberikan nilai manfaat yang nyata bagi pemasyarakatan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan berbasis keterampilan produktif menjadi salah satu upaya strategis dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan panen berlangsung aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen Lapas Kelas IIA Palu dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi warga binaan maupun lingkungan pemasyarakatan. */JEF

Pos terkait