Wiwik Silaturahmi bersama Warga Tatura Selatan

FOTO: Anggota DPRD Sulteng, Wiwik Jumatul Rofi’ah (kanan) menyapa salah seorang warga, saat melaksanakan Kundapil di Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu, Sabtu (18/4/2026). FOTO: KHOLID SAIFULLAH

TATURA SELATAN, MERCUSUAR – Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), dengan bersilaturahmi bersama warga Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sabtu (18/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wiwik, sapaan akrab politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, menerima berbagai masukan dari warga, seperti terkait masalah infrastruktur serta pembinaan karakter generasi muda.

Wiwik mengapresiasi kehadiran sejumlah generasi muda dalam pertemuan tersebut. Ia turut berbagi pengetahuan tentang politik, yang menurutnya jangan hanya diartikan secara sempit dengan harus masuk dan ikut dalam partai politik (parpol).

“Politik itu tidak mesti berpartai. Partai itu hanya salah satu jalan dalam penyaluran aspirasi politik,” kata Wiwik.

Secara sederhana, lanjutnya, politik dapat dipahami dengan bagaimana cara warga negara menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Salah satunya adalah memilih pemimpin atau perwakilan di DPR berdasarkan pertimbangan yang logis, bukan hanya karena iming-iming materi atau uang.

Di hadapan para warga, Wiwik juga menyebut pembangunan infrastruktur yang menjadi aspirasi warga di hadapan anggota legislatif merupakan hal penting. Namun, ia menekankan pembangunan karakter manusia juga tidak kalah penting.

“Jangan sampai hanya pembangunan fisik bangunan saja yang terus-terusan diminta, tetapi pembangunan karakternya dilupakan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Wiwik mengaku akan membawa aspirasi warga untuk diwujudkan melalui anggaran pokok pikiran (pokir) tahun 2027. Yakni penempatan lampu penerangan di jalan sepanjang bantaran sungai, yang dikeluhkan berpotensi besar terjadi tindak kriminal karena kurangnya penerangan. Selain itu, Wiwik juga akan mengupayakan bantuan paket tenda hajatan, yang dapat dimaanfaatkan warga untuk melaksanakan berbagai kegiatan.

“Saya mau bantu, tapi harus jelas dulu pengelolanya, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Jangan sampai, karena tidak ada pengelola yang jelas, belum setahun sudah ada yang rusak atau hilang,” tandasnya. IEA

Pos terkait