PALU – Nurlaila (42), seorang kader Posyandu asal Kelurahan Layanan, Kecamatan Mantikulore, menjadi representasi sosok Kartini modern dalam aksi kemanusiaan di Kota Palu. Ia secara intensif melakukan pendampingan gizi bagi keluarga prasejahtera melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Program hasil kolaborasi PT Citra Palu Minerals (CPM), Pemerintah Kota Palu, dan BKKBN ini menempatkan Nurlaila sebagai ujung tombak dalam memastikan balita dari keluarga ekonomi rendah mendapatkan asupan nutrisi yang layak.
“Motivasi saya karena mereka adalah tetangga dan keluarga di sekitar saya. Kami ingin keluarga-keluarga ini mampu mengatasi masalah gizi anaknya meskipun dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Nurlaila saat ditemui, Senin (20/4/2026).
Nurlaila menceritakan bahwa sebelum adanya intervensi makanan bergizi, banyak balita di wilayahnya hanya mengonsumsi menu seadanya, seperti nasi dengan telur tanpa sayuran. Melalui distribusi makanan tambahan yang mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin, ia kini menyaksikan perubahan signifikan pada antusiasme dan kesehatan balita binaannya.
Selain terjun langsung mengantar makanan, Nurlaila juga aktif meningkatkan kapasitas dirinya. Ia memanfaatkan grup koordinasi kader dan video edukasi yang disediakan oleh tim penyuluh untuk mempelajari teknik pengolahan pangan dan pola asuh.
“Dukungan insentif dan ilmu dari PT CPM sangat membantu kami para kader untuk berbuat lebih banyak di masyarakat. Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan untuk meningkatkan taraf hidup warga sekitar,” tambahnya.
Dedikasi Nurlaila di Kelurahan Layanan diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat, selaras dengan semangat perjuangan Kartini di masa kini.TIN






