BAIYA, MERCUSUAR – Ratusan guru se-Kota Palu bersiap menampilkan Tari Pamonte secara massal pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2026, di halaman Balai Kota Palu.
Sebagai bagian dari persiapan, para guru yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan 1 Palu Utara dan Tawaili menggelar latihan intensif di halaman SDN 1 Baiya, Jumat (17/4/2026). Latihan tersebut turut disaksikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Arhan, serta pelatih Tari Pamonte, Layla Bahasyuan.
Tari Pamonte merupakan tarian tradisional Sulteng yang umumnya ditampilkan secara massal untuk merayakan musim panen padi atau dalam perhelatan besar, termasuk peringatan Hardiknas. Tarian ini menggambarkan kegembiraan masyarakat agraris, khususnya perempuan suku Kaili saat menuai padi. Istilah “Pamonte” sendiri berasal dari bahasa Kaili yang berarti menuai padi.
Tarian ini diciptakan oleh seniman Sulteng, Hasan M. Bahasyuan, sekitar tahun 1957. Dalam pertunjukannya, Tari Pamonte biasanya dibawakan oleh penari perempuan yang mengenakan busana tradisional petani lengkap dengan caping (toru) sebagai properti utama.
Pelatih Tari Pamonte, Layla Bahasyuan, menilai kemampuan para guru telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, ia menekankan masih terdapat sejumlah kesalahan teknis yang perlu diperbaiki, seperti pada gerakan membuka toru serta koordinasi gerakan tangan.
“Secara umum sudah bagus, tetapi masih ada beberapa gerakan yang perlu diperbaiki agar tampil lebih maksimal,” ujar Layla sambil memberikan contoh koreksi gerakan secara bertahap kepada peserta latihan.
Hal senada disampaikan Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Palu, Arhan. Ia menyebut masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi dalam sisa waktu latihan yang ada, agar penampilan gabungan dari empat korwil nantinya dapat tampil optimal.
“Kekompakan menjadi kunci utama. Jika itu terjaga, penampilan akan lebih baik dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Arhan.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar guru. Selain itu, penampilan Tari Pamonte diharapkan mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya masyarakat Kaili.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari jajaran pengawas Disdikbud Kota Palu yang menilai pentingnya pengembangan seni dan budaya di lingkungan pendidikan. Para peserta pun berkomitmen untuk terus berlatih guna memberikan penampilan terbaik pada puncak peringatan Hardiknas mendatang. ABS






