Poltekkes Kemenkes Palu, Gelar Program Cegah Penyakit Jantung di Desa Porame

FOTO: Poltekkes Kemenkes Palu melalui tim pengabdian kepada masyarakat menggelar program bertajuk GELORA JANTUNG (Gerakan Kolaboratif Jantung Sehat) di Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Senin (20/4/2026). FOTO: DOK POLTEKKES KEMENKES PALU

MAMBORO BARAT, MERCUSUAR — Poltekkes Kemenkes Palu melalui tim pengabdian kepada masyarakat menggelar program bertajuk GELORA JANTUNG (Gerakan Kolaboratif Jantung Sehat) di Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Senin (20/4/2026).

Program ini menyasar kelompok pralansia dan lansia sebagai upaya promotif dan preventif terhadap penyakit jantung.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Rizkaningsih, M.Tr.Kep., yang juga menjadi narasumber utama. Tim pengabdian terdiri dari tenaga akademisi dan praktisi kesehatan, yakni Lenny, S.Kep., Ns., SKM., M.Kes., Dr. Andi Fatmawati, M.Kep., Sp.Kep.An., serta Mustafa, SKM., M.Kes., dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di masyarakat.

Sebanyak 100 peserta dari kelompok pralansia dan lansia mengikuti kegiatan ini.

Program juga mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat dan Puskesmas Kinovaro, yang turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan.

Rizkaningsih menjelaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan, sehingga diperlukan langkah pencegahan sejak dini, khususnya bagi masyarakat yang memasuki usia rentan.

“Program ini bertujuan mendekatkan layanan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, agar mereka lebih mandiri dalam mengenali faktor risiko serta menjaga kesehatan jantung,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program GELORA JANTUNG mencakup tiga kegiatan utama. Pertama, skrining faktor risiko penyakit jantung melalui pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Kedua, edukasi kesehatan terkait deteksi dini, faktor risiko, serta pola hidup sehat. Ketiga, pelatihan kepada lima kader kesehatan desa guna memperkuat upaya deteksi dini secara berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Kepala Desa Porame menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dapat terus berlanjut.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama kader kesehatan yang telah dilatih, sebagai langkah awal penguatan peran masyarakat dalam menekan angka penyakit jantung di wilayah tersebut. */JEF

Pos terkait