WVI Akhiri Pengabdian di Pasigala

Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Susik, saat memberikan penghargaan kepada pihak WVI yang telah mengabdikan diri selama 15 tahun di Pasigala dalam penanggulangan bencana, Kamis (2/7/2026). FOTO: IST

LOLU UTARA, MERCUSUAR – Penutupan Program Area Sigi–Palu–Donggala yang digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) di Merry Glow Palu, Kamis (2/7/2026), menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang lembaga kemanusiaan tersebut dalam mendampingi masyarakat Sulteng selama 15 tahun terakhir.

Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Susik, menyampaikan penghargaan atas dedikasi WVI yang sejak 2011 konsisten hadir bersama masyarakat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala. Menurutnya, kehadiran WVI tidak hanya membawa program pembangunan, tetapi juga membangun harapan dan kemandirian bagi kelompok rentan.

“Kontribusi Wahana Visi Indonesia sangat dirasakan oleh masyarakat. Mereka hadir tidak hanya sebagai lembaga pendamping, tetapi juga sebagai mitra yang membantu memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai bidang,” ujar Susik, Kamis (2/7/2026) malam.

Salah satu peran yang paling dikenang adalah saat bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Sulawesi Tengah pada 2018. Ketika ribuan warga berjuang bangkit dari keterpurukan, WVI bersama berbagai mitra terlibat dalam penyediaan hunian sementara, layanan dukungan psikososial, akses air bersih, sanitasi, hingga program pemulihan mata pencaharian bagi warga terdampak.

“Tak hanya fokus pada respons kebencanaan, WVI juga meninggalkan warisan penting dalam upaya perlindungan anak. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Sikola Mombine, lembaga adat, dan Forum Anak Daerah, WVI aktif mengampanyekan pencegahan perkawinan usia anak serta mendorong pemenuhan hak-hak anak di wilayah Sulawesi Tengah,” terangnya.

Kehadiran WVI selama satu setengah dekade turut membantu pemerintah meningkatkan layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta kesejahteraan keluarga. Berbagai program yang dijalankan telah melahirkan banyak komunitas yang lebih mandiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak dan pembangunan berbasis partisipasi.

Meski program Area Sigi–Palu–Donggala resmi berakhir pada 2026, Pemerintah Kota Palu berharap semangat kolaborasi yang telah dibangun selama ini tidak ikut berakhir. Nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan pemberdayaan yang ditanamkan WVI diharapkan terus hidup dan menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera, tangguh, dan ramah anak di masa mendatang. UTM

Pos terkait