BARU, MERCUSUAR — Pemerintah Kota Palu bersama Kantor ATR/BPN Kota Palu menyimpan harapan besar untuk menghidupkan kembali potensi Kelurahan Baru sebagai salah satu kawasan bersejarah di ibu kota Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Achmad Arwien Afries, mengatakan konsolidasi tanah merupakan langkah strategis untuk menata kembali kawasan permukiman agar lebih tertib dan aman serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kelurahan Baru dinilai memiliki posisi yang sangat istimewa. Selain dikenal sebagai salah satu kampung tertua di Kota Palu, wilayah ini berada di lokasi strategis yang diapit oleh Kelurahan Lere dan Siranindi serta berbatasan dengan Sungai Palu. Kedekatannya dengan pusat kota menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai ekonomi dan sosial yang tinggi,” katanya, Kamis (2/7/2026).
Di sisi lain, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya, religi, dan ekonomi kreatif. Jejak sejarah yang masih melekat pada lingkungan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat identitas kawasan sekaligus menarik minat wisatawan.
Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah kendala. Kepadatan permukiman, keterbatasan infrastruktur, legalitas bangunan, hingga kondisi lingkungan yang membutuhkan penataan menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bertahap. Karena itu, konsolidasi tanah dipandang sebagai jalan tengah yang mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat.
“Kebijakan ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Palu yang menitikberatkan pada pengembangan kawasan perkotaan yang terintegrasi, ramah lingkungan, serta tangguh terhadap risiko bencana. Penataan kawasan di sekitar Sungai Palu menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang lebih aman dan nyaman bagi warganya,” terangnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu, ATR/BPN, dan masyarakat, Kelurahan Baru diharapkan tidak hanya menjadi kawasan yang tertata secara fisik, tetapi juga mampu bangkit sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya yang tetap menjaga nilai sejarahnya. Konsolidasi tanah pun menjadi momentum untuk menata wajah lama Kelurahan Baru menuju masa depan yang lebih baik.UTM






