JAKARTA, MERCUSUAR — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mendorong Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat kohesi sosial dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Dudung saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Menurutnya, cita-cita Indonesia maju hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa mampu bersatu dan bekerja bersama di tengah keberagaman.
“PSMTI berpotensi menjadi akselerator sekaligus mitra strategis pemerintah,” kata Dudung.
Dudung menyampaikan, hal tersebut sejalan dengan tema Munas VIII, Perteguh Harmoni Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengatakan posisi Indonesia yang strategis secara geoekonomi dan geopolitik perlu ditopang berbagai modal pembangunan, mulai dari kecerdasan buatan, sumber daya manusia, dan sumber daya alam hingga kebhinekaan.
Menurut Dudung, kebhinekaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang perlu terus dirawat. Karena itu, PSMTI dinilai memiliki ruang untuk berkontribusi lebih jauh dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung agenda pembangunan.
Dudung mendorong kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 memperkokoh keharmonisan di tengah keberagaman dan menjadikan organisasi tersebut sebagai “rumah Pancasila”. Ia juga meminta PSMTI memperbanyak narasi positif di ruang siber, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat yang berintegritas, inklusif, rendah hati, dan memberikan dampak nyata.
Dalam menjalankan peran tersebut, Dudung mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan merawat kebhinekaan. Menurutnya, kontribusi organisasi kemasyarakatan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Munas VIII PSMTI sekaligus menjadi momentum berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Wilianto Tanta. Forum tersebut akan menentukan ketua umum dan kepengurusan PSMTI untuk periode 2026–2030.
Ketua Panitia Munas VIII, Peng Suyoto melaporkan, kegiatan tersebut diikuti pengurus PSMTI dari 37 provinsi dan 330 kabupaten/kota di Indonesia. Rangkaian Munas berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026.
Wilianto Tanta mengapresiasi kerja panitia dalam mempersiapkan pelaksanaan Munas VIII. Ia berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat meneruskan semangat dan program organisasi sekaligus meningkatkan kinerja PSMTI pada periode mendatang.
Pembukaan Munas VIII turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional. Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA memimpin doa bersama dan mengajak seluruh peserta memanjatkan doa agar berbagai tantangan dan musibah yang belakangan melanda Indonesia segera diangkat.
Hadir pula Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Staf Khusus Presiden Grace Natalie, Wakil Ketua KPK, Johannis Tanak, serta Ketua Dewan Penasehat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang juga pengusaha nasional, Jusuf Hamka. Jajaran Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Dewan Pembina PSMTI turut mengikuti pembukaan Munas VIII.
Mengusung tema Perteguh Harmoni Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045, Munas VIII menjadi forum bagi PSMTI untuk menentukan arah organisasi selama empat tahun ke depan. JEF






