MERCUSUAR – Pelatih GSI Balaesang Tanjung, Hafid, mengaku tetap bersyukur meski timnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah adu penalti dari Banawa pada final Gala Siswa Indonesia (GSI) Jenjang SMP Kabupaten Donggala 2026.
Menurut Hafid, keberhasilan menembus partai final merupakan pencapaian terbaik Balaesang Tanjung sepanjang keikutsertaannya di ajang GSI.
“Target awal kami hanya bisa mencapai final. Alhamdulillah, perkembangan anak-anak luar biasa. Ini menjadi sejarah bagi Balaesang Tanjung karena untuk pertama kalinya kami berhasil lolos ke final GSI,” ujar Hafid usai pertandingan.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan GSI sebelumnya Balaesang Tanjung pernah finis di peringkat ketiga, sementara pada edisi lainnya hanya mampu mencapai babak penyisihan. Karena itu, pencapaian sebagai runner-up tahun ini dinilai menjadi bukti perkembangan tim.
Hafid menambahkan, persiapan tim telah dilakukan sejak GSI tingkat Kabupaten Donggala diumumkan. Tim Balaesang Tanjung dibentuk melalui seleksi pemain dari lima SMP yang ada di kecamatan tersebut.
“Sejak jadwal GSI diumumkan, kami langsung mempersiapkan tim. Pemain yang tampil merupakan hasil seleksi dari lima sekolah, kemudian kami bina bersama hingga mampu mencapai final,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman tampil di partai puncak menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik pada penyelenggaraan GSI berikutnya. CLG






