Ketum KONI Sulteng: Pembinaan Sepak Bola Harus Dimulai dari Akar Rumput

PALU, MERCUSUAR – Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menilai pembinaan sepak bola di daerah harus terus diperkuat, terutama pada jenjang usia dini dan kelompok usia.

Hal itu sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat membuka Piala Soeratin Seri Provinsi Sulawesi Tengah 2026 belum lama ini. Pada kesempatan itu Gubernur meminta KONI memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga sepak bola, khususnya pembinaan dari akar rumput dan kelompok usia.

Fathur mengatakan, di Kota Palu saat ini terdapat sejumlah kompetisi kelompok usia yang berlangsung rutin setiap tahun, di antaranya Piala Soeratin, Gala Siswa Indonesia (GSI), dan Liga TopSkor.
“Memang sudah ada tiga event yang rutin, Piala Soeratin, GSI dan Liga TopSkor. Tetapi menurut saya itu masih kurang kalau kita bicara peningkatan kemampuan dan prestasi sepak bola,” ujar Fathur kepada Mercusuar, Senin (7/8/2026).
Menurutnya, pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dibutuhkan agar kompetisi kelompok usia tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk meningkatkan kualitas pemain.

Meski demikian, Fathur melihat sepak bola Sulteng mulai menunjukkan kebangkitan. Hal itu ditandai semakin banyaknya talenta lokal yang mampu bersaing dan menjadi bagian dari kekuatan sepak bola profesional.
Ia menyebut sejumlah nama seperti Witan Sulaeman (Persija) Dimas Adi (Persebaya) dan kiper Rajiv (Persijap) yang mewarnai kompetisi Liga 1. Sementara di Liga 2, sejumlah pemain asal Sulteng juga terus bermunculan dan menjadi bagian dari perkembangan sepak bola daerah.

“Artinya, sebenarnya kita punya potensi. Tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan secara berkelanjutan dan terarah,” katanya.
Di level usia dini, prestasi klub-klub Sulteng juga mulai tercatat di tingkat nasional. Di antaranya Persipal U12 yang menjadi juara Liga TopSkor Nasional, P’Bos FC U17 yang meraih juara Liga Sentra Nasional di Majalengka, serta Poboya Junior Academy U10 yang tampil di ajang nasional di Jakarta.

Fathur menegaskan, KONI Sulteng memiliki tugas membina dan meningkatkan prestasi cabang olahraga, termasuk sepak bola. Karena itu, sinergi antara KONI, pemerintah, federasi, klub, sekolah sepak bola dan para pembina usia dini menjadi penting untuk membangun fondasi prestasi sepak bola Sulteng.

“Kalau pembinaan dari bawah berjalan baik, saya yakin ke depan akan semakin banyak pemain Sulteng yang mampu berbicara di level nasional,” pungkasnya. CLG

Pos terkait