PALU, MERCUSUAR – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menetapkan 21 cabang olahraga unggulan nasional dalam revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan prestasi olahraga menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Dari 21 cabang olahraga unggulan yang ditetapkan, sebanyak 20 cabang difokuskan untuk meraih prestasi di Olimpiade Los Angeles 2028. Cabang-cabang tersebut meliputi atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola dan futsal, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai, basket 3×3, dayung, tenis, anggar, gulat, dan equestrian.
Sementara itu, pencak silat ditetapkan sebagai cabang olahraga unggulan nasional non-Olimpiade yang menjadi identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Pemerintah terus mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan di ajang Olimpiade pada masa mendatang.
Melalui DBON 2026, pembinaan olahraga prestasi dilakukan secara berjenjang, berkelanjutan, dan berbasis sport science. Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, induk organisasi olahraga, KONI, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat.
Terkait hal itu, KONI Sulteng yang diwakili Kabid Organisasi, Hendy Maratua Sagala memastikan bahwa setelah ditetapkannya DBON oleh pemerintah pusat maka KONI Sulteng mendukung dan memastikan organisasi cabor tersebut berjalan lancar.
“Kebijakan itu sejatinya menjadi arah pembangunan olahraga prestasi Indonesia jangka panjang,” ujar Hendi dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Ia menambahakan bahwa cabor -cabor pilihan DBON tersebut mempunyai arah dengan target meningkatkan daya saing atlet nasional di level dunia dan mewujudkan cita-cita Indonesia meraih prestasi emas di panggung olahraga internasional menuju Los Angeles 2028. CLG






