Oleh Edmond Leonardo Siahaan
ISTILAH korupsi dalam bahasa Indonesia berasal dari serapan bahasa Belanda: corruptie (atau terkadang dieja sebagai corruptie).
Istilah yang berakar dari bahasa Latin: corruptio atau corrumpere yang secara harfiah bermakna kebusukan, keburukan, atau penyimpangan.
Pada praktiknya, korupsi adalah kebusukan, keburukan dan penyimpangan.
Salah satu Tersangka (TSK) dalam kasus yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Febri Adriansyah adalah rekan satu almamaternya, Don Ritto yang berprofesi sebagai Pengacara.
Don Ritto menjadi tersangka dalam 3 perkara, yakni: dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang PT Asabri, korupsi pasokan batu bara PT PLN yang diduga menyebabkan blackout, serta dugaan korupsi PT Krakatau Steel.
Don Ritto diduga melakukan tindak pencucian uang yang diduga dari tindak pidana korupsi. Dia disangkakan Pasal 4 dan/atau Pasal 5 juncto Pasal 10 UU 8/2010 atau Pasal 607 ayat 1 huruf b dan c KUHP baru.
Hubungan Febrie Adriansyah dengan Don Ritto merupakan satu almamater. Keduanya tercatat sebagai pengurus Keluarga Besar Alumni Universitas Jambi pada 2022.
Dia menjabat Anggota Bidang Hubungan Antarlembaga, Instansi, dan Organisasi Kemasyarakatan. Adapun Febrie Adriansyah menjabat Dewan Pembina Keluarga Besar Alumni Universitas Jambi.
Penelusuran Tempo pada data Administrasi Hukum Umum (AHU) menunjukkan Don Ritto tercatat sebagai Komisaris PT Kantor Omzet Indonesia. Perusahaan tersebut mengelola Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan, yang juga digeledah penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri (Kortastipidkor Polri) dan Polda Metro Jaya.
Penyidik menduga penggeledahan Koin Money Changer berkaitan dengan perkara dugaan suap PT Asabri, korupsi pasokan batu bara yang diduga menyebabkan blackout di Sumatera, serta dugaan korupsi PT Krakatau Steel. Dari lokasi itu, polisi menyita 71 barang bukti dan uang tunai dalam 16 mata uang asing dengan nilai setara sekitar Rp 7,2 miliar.
Berdasarkan data AHU, Don Ritto juga tercatat sebagai Komisaris PT Declan Kulinari Nusantara. Perusahaan itu membawahi restoran de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, yang juga sempat digeledah penyidik. Di lokasi tersebut, penyidik menemukan brankas setinggi sekitar dua meter yang disembunyikan di balik lemari di lantai dua kafe.
DON DI MEXICO
Ada semacam strata dalam dunia Kartel narkoba di Meksiko: ada patron dan don.
Don adalah jabatan tertinggi dalam dunia kartel Narkoba.
Dalam serial film di Netflix yang berjudul El Chapo, dia berhasil menduduki jabatan hingga menjadi Don Joaquin mulai dari strata paling bawah: preman kelas teri—sebagai pembunuh, tukang teror dan “pekerjaan kasar” lainnya.
El Chapo dengan nama asli Joaquin Guzman Loera—El Chapo pemimpin Kartel Sinaloa di Mexico. Salah satu kartel terbesar di Mexico hingga saat ini.
El Chapo anak seorang petani miskin yang bercita-cita menjadi kaya raya dengan menjadi kartel—sekalipun ditentang ayahnya hingga akhir hayatnya.
Awal karirnya sebagai preman suruhan, dia berhasil menjadi Patron—naik satu tingkat.
Namun dia tidak berpuas diri, dia ingin membangun persatuan diantara kartel-kartel yang ada—dengan menjadi Don.
Dia berhasil menduduki strata tertinggi sebagai Don Joaquin yang memimpin beberapa kartel—membangun persekutuan kartel yang lebih besar dan memiliki bargaining yang kuat dengan rezim berkuasa Mexico.
Tercapai impiannya untuk membangun persatuan Kartel Narkoba agar lebih kuat.
Pekerjaannya bukan lagi pekerjaan remeh sebagai preman kelas bawah.
Sebagai Don, dia bisa mengatur dan membangun kerjasama dengan menteri, melakukan pencucian uang, bahkan mengatur Presiden Mexico: memiliki kekuatan untuk tawar menawar penegakan hukum.
Uangnya mengalir kemana-mana: aparat penegak hukum, menteri, sampai partai politik sebagai kontestan Pemilu Mexico.
Dalam serial film El Chapo itu, Don Joaquin melakukan pencucian uang lewat Pengacaranya—yang juga akhirnya ditangkap.
Di Mexico, nama Don adalah nama yang sakral: sangat dihormati di kalangan Kartel Narkoba. Posisi puncak seorang pemimpin kartel.
Sementara di Indonesia, nama Don tersangkut dengan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan mantan Jampidsus.
Pekerjaan Don yang memang sangat bergengsi: pencucian uang. ***






