TONDO, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif di Desa Limboro dan Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan kedua perguruan tinggi, Pemerintah Kabupaten Donggala, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN. Selain melakukan evaluasi program, rombongan meninjau bendung, lokasi rencana pembangunan tanggul penahan banjir, persemaian bambu, rumah tenun, hingga mengikuti panen padi bersama di Desa Limboro.
Perwakilan petani Desa Limboro, Waluddin, mengatakan pembangunan bendung secara gotong royong bersama pemerintah desa, Balai Wilayah Sungai (BWS), Untad, UGM, dan masyarakat berhasil meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pada musim tanam pertama hasil panen mencapai sekitar delapan ton per hektare. Namun kami berharap pemerintah dapat membantu perbaikan bendung yang kini kondisinya mengkhawatirkan serta menyediakan hand tractor bagi petani,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari tumbuhnya semangat gotong royong dan kelembagaan masyarakat.
“Yang paling penting adalah menjaga semangat gotong royong dan membangun kelembagaan masyarakat agar manfaat program terus berlanjut,” katanya.
Kepala Desa Limboro, Mohammad Kifli, menyatakan berbagai masukan dari perguruan tinggi akan menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus mengintegrasikannya dengan wisata tenun.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menekankan pentingnya pemeliharaan bendung dan komunikasi antardesa agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa memicu konflik.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyatakan UGM akan terus mendukung penguatan ketahanan pangan di Desa Limboro, termasuk melalui pengembangan varietas padi unggul hasil riset kampus.
Monitoring dan evaluasi tersebut ditutup dengan tanggapan Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Rustam Efendi, yang menyatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur pertanian dan dukungan operasional bagi petani sesuai mekanisme yang berlaku. */JEF






