Dosen Untad Jadi Visiting Professor di Kazakhstan

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad), Dr. Nikmah Utami Dewi, S.KM., M.Sc., menjadi Visiting Professor di West Kazakhstan Marat Ospanov Medical University, Kazakhstan, pada 11–18 Mei 2026. FOTO: DOK HUMAS UNTAD

PALU, MERCUSUAR – Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad), Dr. Nikmah Utami Dewi, S.KM., M.Sc., menjadi Visiting Professor di West Kazakhstan Marat Ospanov Medical University, Kazakhstan, pada 11–18 Mei 2026.

Dalam program yang berlangsung di Department of Epidemiology tersebut, Dr. Nikmah memberikan kuliah kepada dosen dan mahasiswa program magister serta doktoral, menjadi pembicara seminar internasional, dan membahas peluang kolaborasi penelitian serta publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Ia menyampaikan materi tentang biostatistik, epidemiologi penyakit Haemorrhagic Fever Renal Syndrome (HFRS), tuberkulosis, serta isu gizi dan kesehatan masyarakat. Selain itu, ia mempresentasikan hasil kajian mengenai kesenjangan pangan dan gizi di wilayah tahan pangan dan rawan pangan dalam konferensi internasional yang dihadiri akademisi dari berbagai negara.

Melalui program tersebut, sejumlah capaian berhasil diraih, antara lain pelaksanaan kelas internasional, konsultasi akademik bagi mahasiswa PhD, penyusunan draft artikel untuk jurnal internasional bereputasi Q1, serta penyusunan proposal penelitian yang akan diajukan pada grant internasional.
“Ke depan kami akan melanjutkan proses submission artikel, rencana pembimbingan bersama mahasiswa PhD, serta pelaksanaan kuliah tamu dan kolaborasi lainnya,” ujar Dr. Nikmah.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuka peluang pengembangan riset lintas negara, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kapasitas akademik melalui pertukaran pengalaman dan budaya ilmiah.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Nikmah menunjukkan kualitas akademisi Untad yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung upaya internasionalisasi kampus.

“Program Visiting Professor merupakan bagian dari target Universitas Tadulako dalam meningkatkan kolaborasi akademik dan reputasi kampus di tingkat internasional,” kata Amar.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus aktif dalam kolaborasi internasional, riset bersama, dan publikasi ilmiah bereputasi. */JEF

Pos terkait