SIGI, MERCUSUAR — Bencana mungkin bisa meruntuhkan bangunan dan memorak-perandakan ruang kelas, namun ia sama sekali tidak punya kekuatan untuk merubuhkan runtuhnya semangat persaudaraan. Di tengah puing-puing duka yang masih menyelimuti Kabupaten Sigi, sebuah riak kepedulian mengalir hangat dari Kota Palu.
Dipelopori oleh SMA Negeri 1 Palu, sejumlah sekolah di ibu kota provinsi bergerak bersama dalam satu misi kemanusiaan yang menyentuh hati: memastikan bahwa anak-anak di pelosok Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, tidak berjalan sendirian melewati masa-masa sulit mereka.
Rombongan kemanusiaan itu menembus jalanan menuju Sigi, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si, didampingi Kepala SMA Negeri 1 Palu, Dahlan Moh. Saleh, dan Kepala Cabang Dinas (Kacapdis) Wilayah I, Kristy Arya Pratama. Kehadiran mereka membawa lebih dari sekadar bantuan fisik—mereka membawa secercah harapan. Ketulusan Seorang Pemimpin: “Pendidikan Mereka Tidak Boleh Terhenti” Setibanya di lokasi, suasana haru langsung menyeruak saat rombongan disambut oleh Kepala SMA Negeri 6 Sigi beserta dewan guru. Di bawah atap sekolah yang menjadi saksi bisu ketegaran para guru dan siswa, bantuan diserahkan secara simbolis.
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Drs. H. Firmanza DP, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menatap wajah-wajah penuh harap dari para guru dan perwakilan siswa. Dalam sambutannya yang menggetarkan hati, beliau menegaskan bahwa bantuan ini dirancang khusus untuk memastikan hak-hak anak terdampak tetap terpenuhi.
Setiap rupiah, dan sembako yang kami bawa hari ini adalah wujud cinta dari saudara-saudara kalian di Palu. Bantuan ini kami prioritaskan khusus untuk siswa-siswi yang terdampak langsung oleh bencana di Sigi.
Bencana boleh saja menjeda kenyamanan hidup kita, tetapi masa depan dan pendidikan anak-anak kita tidak boleh terhenti di tengah jalan. Mereka adalah wajah masa depan Sulawesi Tengah,” tutur Firmanza dengan suara bergetar menahan haru.
Sebagai pelopor gerakan ini, Kepala SMA Negeri 1 Palu, Dahlan Moh. Saleh, mengungkapkan bahwa aksi ini lahir dari rasa empati yang mendalam dari seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga para murid yang rela menyisihkan uang jajan mereka.
“Kami di Palu merasakan betul apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kami di Sigi. Ketika
mendengar kondisi anak-anak di Kecamatan Palolo, kami tidak bisa tinggal diam.
Gerakan ini adalah ketukan pintu hati dari para siswa kami di SMAN 1 Palu dan sekolah-sekolah lain. Kami ingin mengajarkan kepada anak didik kami bahwa ilmu tertinggi di sekolah adalah kemanusiaan,” ujar Dahlan Moh. Saleh dengan penuh takzim.
Senada dengan itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah I, Kristy Arya Pratama, yang mengawal langsung penyaluran logistik ini, menambahkan bahwa koordinasi antar-sekolah berjalan sangat organik karena didasari oleh rasa persaudaraan yang kuat.
“Ini bukan sekadar tugas birokrasi, ini adalah panggilan nurani. Melihat bagaimana sekolah-sekolah di Palu bahu-bahu mengumpulkan bantuan, dan melihat senyum haru guru-guru di SMA 6 Sigi saat kami datang, membuat kami sadar bahwa gotong royong adalah kekuatan terbesar bangsa kita saat menghadapi ujian,” kata Kristy Arya Pratama.
Suasana kian syahdu dengan kehadiran Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng. Kehadiran beliau membawa sentuhan kasih seorang ibu yang mendinginkan suasana duka. Beliau menyerahkan bantuan khusus dan memberikan penguatan moril kepada para guru wanita serta siswa-siswi di lokasi.
Bantuan yang diserahkan secara langsung ini diterima dengan rasa syukur yang tak terhingga oleh Kepala SMA Negeri 6 Sigi beserta seluruh dewan guru. Di akhir acara, air mata haru tak terbendung saat doa bersama dipanjatkan.
Bagi masyarakat dan siswa di Kecamatan Palolo, bantuan ini lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan logistik. Ia adalah sebuah pesan kehidupan yang amat jernih: bahwa di atas tanah Sulawesi Tengah yang mereka cintai, harapan tidak akan pernah dibiarkan mati, karena selalu ada tangan-tangan ikhlas yang siap merajutnya kembali.UTM






