Andi Fahrul Toreh Sejarah Jadi Kepsek SNT 12 Donggala

DONGGALA, MERCUSUAR — Sejarah baru pendidikan di Sulawesi Tengah tercatat dengan terpilihnya
Andi Fahrul sebagai Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 12 Donggala. Ia menjadi bagian dari 17
kepala sekolah terpilih se-Indonesia yang dipercaya memimpin sekolah berstandar nasional terintegrasi
tersebut.

Perjalanan Andi Fahrul menuju posisi tersebut mendapat apresiasi karena sebelumnya ia menjabat
sebagai Kepala SMPN Satap 3 Tanantovea. Kompetensi dan komitmennya di bidang pendidikan dinilai
telah terlihat melalui berbagai prestasi, di antaranya sebagai Duta Teknologi, satu-satunya guru yang
memiliki brevet Google, hingga meraih predikat Kepala Sekolah Berprestasi Kabupaten Donggala Tahun
2026.

“Sosok Andi Fahrul sebelumnya dikenal melalui keterlibatannya dalam konsep Gerakan Siswa Cinta
Masjid (GSCM) yang digagas Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Rustam Efendi. Dari interaksi
tersebut, muncul keyakinan bahwa Andi Fahrul memiliki kapasitas dan talenta untuk berkontribusi lebih
besar dalam transformasi pendidikan di Kabupaten Donggala,” kata Kadisdikpora Donggala, Ansyar
Sutiadi, belum lama ini.

Terpilihnya Donggala sebagai salah satu daerah lokasi pembangunan SNT sekaligus operasionalisasi
SNT Transisi Tahun Pelajaran 2026/2027 juga menjadi momentum penting. Kebijakan tersebut tidak
terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Donggala di bawah kepemimpinan Bupati Vera E. Laruni
dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Dalam prosesnya, Andi Fahrul didorong untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah SNT. Harapannya,
pendidik asal Donggala dapat menjadi aktor utama dalam proses akselerasi dan transformasi
pendidikan, bukan sekadar menjadi penonton. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan
terpilihnya Andi Fahrul sebagai Kepala SNT 12 Donggala.

Dari sekolah kecil berstatus Satap menuju sekolah nasional terintegrasi berstandar internasional,
perjalanan tersebut menjadi tantangan sekaligus amanah baru bagi Andi Fahrul. Kehadirannya
diharapkan mampu membawa semangat perubahan dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan
pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat Donggala.

“Alhamdulillah, tinta emas sejarah mencatat yang pertama di Sulteng. Semoga akselerasi dan
transformasi berjalan sesuai tahapannya dan menjadikan Donggala sebagai katalisator pendidikan
bermutu untuk semua,” tutupnya.UTM

Pos terkait