SIGI, MERCUSUAR – Siti Halwiah ditetpkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kabupaten Sigi periode 2026-2031 secara aklamasi, pada Musyawarah Cabang (Muscab) II APJI Sigi, di Desa Kotapulu Kecamatan Dolo, Senin (27/4/2026).
Muscab II turut dihadiri Ketua DPD APJI Provinsi Sulteng, Imelda Liliana Muhidin, mantan Ketua DPC APJI Sigi, Nirmala Larengi, para anggota APJI, serta sejumlah unsur mitra organisasi dan pemerintah daerah.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Siti Halwiah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk membawa organisasi semakin maju, profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, kepengurusan baru akan memprioritaskan sinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung program penyediaan makanan bergizi, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita dan lanjut usia. Langkah itu dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain itu, APJI Sigi juga akan berfokus pada pengembangan kapasitas anggota melalui peningkatan kualitas usaha tata boga, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga pembukaan peluang kemitraan yang lebih luas.
Ia juga menegaskan komitmen APJI untuk menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis ketahanan pangan, penguatan UMKM kuliner, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Sigi yang sehat dan sejahtera.
“APJI ke depan tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi pelaku usaha jasaboga, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Siti Halwiah.
Menurutnya, keterlibatan APJI dalam menjaga ketahanan pangan memiliki dampak langsung terhadap akses masyarakat terkait bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi emas masa depan.
Ketua DPD APJI Sulteng, Imelda Liliana Muhidin berharap kepengurusan baru mampu memperkuat eksistensi organisasi, serta melahirkan inovasi dalam sektor jasa boga di daerah. */AJI






