SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., menyerahkan bibit tanaman produktif di Desa Marena, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan hutan adat untuk tiga MHA (Marena, Moa, dan Masewo).
Dalam acara tersebut, Bupati Sigi menyerahkan berbagai jenis bibit tanaman produktif, antara lain Durian Montong Kani, Kakao Klon MCC, serta tanaman kayu-kayuan dan kehutanan seperti Lekatu, Gemelina/Jati Putih, dan Gaharu.
Sebanyak 64.860 pohon bibit terdistribusi dalam kegiatan ini, yang akan digunakan untuk mendukung upaya rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan hutan adat tersebut.
Program rehabilitasi hutan dan lahan ini bertujuan untuk mendorong tata kelola hutan adat yang bernilai, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan The Asia Foundation melalui Program Setapak 4 (Selamatkan Hutan melalui Perbaikan Tata Kelola) kepada Karsa Institute.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa dukungan yang diberikan merupakan bagian dari komitmennya untuk mendukung pemulihan hutan dan lahan, khususnya dengan tanaman produktif seperti durian, kopi, dan kakao.
“Ini adalah bagian penting dalam menghadapi kendala efisiensi anggaran pemerintah daerah. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mendukung visi dan misi Kabupaten Sigi. Kami sangat berkomitmen untuk mendukung hilirisasi kakao dan mendukung masyarakat dengan pasokan bibit kakao produktif,” ujar Bupati Sigi.
Selain penyerahan bibit, dilakukan juga penanaman simbolis sebagai tanda dimulainya rehabilitasi hutan dan lahan di ketiga MHA tersebut. Bupati Sigi menambahkan bahwa kegiatan ini akan turut mendukung hilirisasi kakao di Kabupaten Sigi.
Dalam rangka merayakan kegiatan ini, Bupati Sigi dan rombongan Karsa Institute disambut dengan adat setempat yang penuh makna. Sebagai penghargaan atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin, Ketua Lembaga Adat Marena menyerahkan cendera mata langsung kepada Bupati Sigi dan rombongan.
Penyerahan cendera mata ini merupakan simbol apresiasi dan penghormatan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam program rehabilitasi hutan adat.
Ketua Karsa Institute, Rahmat Saleh, S.Hut., M.Pwp., dalam sambutannya menekankan bahwa bibit yang diberikan oleh Karsa Institute bertujuan untuk merehabilitasi kawasan hutan adat seluas 200 Ha di tiga MHA.
Ia berharap bantuan ini akan menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat hukum adat di tiga wilayah tersebut, serta memberikan manfaat bagi KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial), yang mayoritas anggotanya adalah perempuan.
Perwakilan Kepala Desa Marena, Martinus Hamaele, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan bibit gratis yang diberikan kepada masyarakat di Desa Marena.
“Kami sangat berterima kasih kepada Karsa Institute dan kepada Bapak Bupati yang telah hadir langsung untuk menyerahkan bibit kepada kami. Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat besar bagi desa kami dan masyarakat adat,” ujarnya.
Kegiatan seremonial penyerahan bibit tanaman produktif ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Karsa Institute, pemerintah Kabupaten Sigi, serta masyarakat Desa Marena, Perwakilan MHA Moa, dan Masewo. Diharapkan kegiatan ini akan mendukung upaya rehabilitasi hutan adat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. IKI/*






