SIGI, MERCUSUAR – Bantuan kemanusiaan terus mengalir ke wilayah terdampak gempa di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Kali ini, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulteng bersama APINDO Sulteng, Katopa, STI Singgani, serta Lions Club Palu Maleo dan Lions Club Palu Mutiara, turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga di sejumlah desa terdampak, Kamis (18/6/2026).
Ketua PSMTI Sulteng yang juga Ketua APINDO Sulteng dan Presiden Lions Club Palu Megalitikum, Wijaya Chandra, memimpin penyaluran bantuan di Desa Bahagia, Desa Uerani, dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Palolo. Bersama anggota Lions Club Palu Maleo, Tasman Banto, ia juga menyerahkan bantuan melalui Posko Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu yang membuka layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, air minum, mi instan, minyak goreng, tikar, selimut, tenda, hingga berbagai kebutuhan dasar lainnya yang masih dibutuhkan warga.
Menurut Wijaya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masih bertahan di tenda-tenda darurat.
“Kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian. Karena itu kami akan terus memantau perkembangan kebutuhan warga dan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai organisasi dalam aksi kemanusiaan tersebut lahir dari keinginan yang sama untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Sementara itu, relawan dari Lions Club Palu juga menyasar Desa Kamarora dengan membawa bantuan logistik, sekaligus memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang terdampak gempa.
Tim yang terdiri dari Dolof Tirayo dan Willem Chandra dari Lions Club Palu Maleo, Presiden Lions Club Palu Mutiara Suryawati Hosari, serta mantan Presiden Lions Club Palu Mutiara Elma Ruauw menggelar kegiatan trauma healing bagi sekitar 30 anak.
“Kami melihat banyak anak masih kaget. Karena itu kami ajak mereka bermain dan beraktivitas bersama supaya perlahan bisa kembali merasa nyaman,” kata Elma Ruauw.
Menurut Suryawati Hosari, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak mengurangi ketegangan dan rasa takut setelah mengalami bencana.
Selain mendampingi anak-anak, relawan juga menyalurkan bantuan berupa peralatan dapur, tikar, tenda, tempat penampungan air, beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.
Dolof Tirayo mengatakan bantuan yang dibawa telah disesuaikan dengan kebutuhan warga setelah sebelumnya dilakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.
Data sementara Kecamatan Palolo mencatat sebanyak 1.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Selain itu, 68 fasilitas umum turut terdampak, sementara 38 warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Di sejumlah desa, kerusakan terlihat pada dinding rumah yang roboh hingga kamar mandi permanen yang ambruk. Sebagian warga masih memilih bertahan di tenda atau halaman rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
Bagi warga terdampak, bantuan yang datang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan dukungan moral di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung. MAN






