SIGI, MERCUSUAR – Tim dosen Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 2 Sigi melalui pelatihan dan pendampingan penerapan pendekatan Deep Learning dan model Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) tersebut, merupakan bagian dari Program PKM Skema Diseminasi Hasil Penelitian yang didanai Dana DIPA BLU Universitas Tadulako Tahun Anggaran 2026.

Tim pengabdian dipimpin Prof. Sriati Usman bersama Drs. Mochtar Marhum, Dr. Hasna, Budi, serta didampingi dua mahasiswa, Fara Wian Citra dan Cahya Ramadani.
Ketua tim pengabdi, Prof. Sriati Usman mengatakan, pelatihan bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai integrasi pendekatan Deep Learning dan TPACK untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
“Pendidikan abad ke-21 telah membawa perubahan yang signifikan. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan beralih menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Karena itu guru dituntut memiliki kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 2 Sigi, Ridwan, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan Universitas Tadulako terus berlanjut melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai hari ini. Kemitraan dengan Universitas Tadulako diharapkan terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” katanya.
Pelatihan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman peserta mengenai pendekatan Deep Learning dan TPACK, dilanjutkan pemaparan materi, diskusi, serta penyusunan modul ajar berbasis integrasi kedua pendekatan tersebut. Modul yang disusun akan diimplementasikan guru dalam pembelajaran dan dievaluasi pada kegiatan monitoring pada 5 Agustus 2026.
Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Sebanyak 13 guru memperoleh nilai sempurna, sementara peserta lainnya meraih nilai antara 80 hingga 95. Meski demikian, tim pengabdi mencatat sejumlah tantangan dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah, di antaranya keterbatasan akses internet, infrastruktur teknologi yang belum merata, serta perlunya peningkatan literasi digital dan pendampingan berkelanjutan bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan proses pembelajaran. */JEF







