SIGI, MERCUSUAR – Anggota DPRD Kabupaten Bantul, Yuliana Tumonglo, S.M., mengapresiasi penyelenggaraan Festival Danau Lindu 2026 di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Menurutnya, festival budaya tersebut berhasil menjadi magnet wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus mempromosikan potensi daerah.
Yuliana menghadiri Festival Danau Lindu sebagai bagian dari kunjungan untuk mempelajari pengembangan pariwisata berbasis budaya yang dinilai dapat menjadi referensi bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Bantul.
Festival yang digelar pada 23–25 Juli 2026 itu mengusung tema “Lindu The Majestic Land – Merayakan Warisan Peradaban” dan masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN). Beragam atraksi budaya, pertunjukan seni, pasar UMKM, hingga promosi ekowisata menjadi daya tarik yang berhasil menyedot ribuan pengunjung.
“Saya mengapresiasi Festival Danau Lindu. Luar biasa, bagus, dan sangat meriah. Ini membuktikan bahwa sebuah festival budaya mampu menarik minat masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga,” ujar Yuliana kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Meski demikian, ia menilai keberhasilan sebuah festival harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar pengunjung dapat menikmati acara dengan aman dan nyaman.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah ketersediaan area parkir. Yuliana mengaku sempat terjebak kemacetan saat menuju lokasi acara karena akses jalan yang terbatas dan tingginya volume kendaraan.
“Yang paling utama harus diperhatikan adalah parkiran. Kalau parkiran aman dan tertata, otomatis semua akan berjalan baik. Kemarin saya sendiri sampai terjebak macet karena lokasinya memang kecil,” katanya.
Ia menyarankan agar penyelenggara menyiapkan area parkir yang lebih luas di sekitar lokasi kegiatan, dilengkapi petugas yang mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan, sehingga kepadatan lalu lintas dapat diminimalkan.
Selain penataan parkir, Yuliana juga mendorong penempatan pelaku UMKM dalam satu kawasan yang tertata agar memudahkan pengunjung sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman. Menurutnya, penyediaan area khusus berkemah juga dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati Festival Danau Lindu lebih lama.
Hal lain yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah penyediaan fasilitas dasar, terutama toilet umum di beberapa titik strategis.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan mencari toilet. Pengunjung harus merasa nyaman selama menikmati acara. Begitu juga pelaku UMKM, sebaiknya ditempatkan dalam satu kawasan agar lebih mudah dijangkau pengunjung,” ujarnya.
Yuliana menilai pengalaman menghadiri Festival Danau Lindu memberikan banyak pelajaran mengenai penyelenggaraan event wisata berbasis budaya. Menurutnya, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kualitas pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta kesiapan fasilitas yang tersedia.
Festival Danau Lindu 2026 juga mencatatkan capaian penting dengan diterbitkannya sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Sigi. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Festival Danau Lindu sebagai salah satu agenda wisata unggulan yang didukung pemerintah dalam pengembangan destinasi pariwisata nasional.TIN






