Panen Nila Bioflok Bantu Penuhi Gizi

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae (kanan) didampingi Ketua TP-PKK Sigi, Siti Halwiah saat panen ikan nila hasil kolam bioflok, di Desa Kotapulu, Kamis (23/4/2026). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menegaskan panen perdana ikan nila dengan sistem bioflok yang dilaksanakan oleh TP-PKK, di Desa Kotapulu Kecamatan Dolo, pada Kamis (23/4/2026), merupakan langkah nyata dalam mendukung pemenuhan gizi bagi masyarakat rentan, khususnya ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anak stunting.

Dalam panen perdana di kolam Bioflok tersebut, TP-PKK Sigi menghasilkan sebanyak 110 kilogram ikan nila.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan kegiatan tersebut bukan yang pertama, melainkan sudah beberapa kali dilakukan sebagai bagian dari program berkelanjutan PKK, dalam mendukung penanganan stunting di daerah.

“Ini membuktikan bagaimana PKK menyiapkan tambahan makanan bagi mereka yang terindikasi stunting maupun ibu hamil KEK,” ujar Rizal.

Kawasan sekitar sekretariat PKK kini telah dikembangkan menjadi pusat produksi pangan terpadu. Selain budidaya ikan, juga tersedia peternakan ayam petelur, tanaman hortikultura seperti tomat, hingga padi.

“Semua diperuntukkan membantu masyarakat terdampak stunting,” imbuh Rizal.

Seluruh hasil produksi tersebut berbasis organik dan disalurkan langsung kepada kelompok sasaran. Program tersebut, kata Rizal, mampu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi, Hj. Siti Halwiah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program P3S (Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting) yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan stunting, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak tahap awal kehidupan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari P3S, yaitu pencegahan dan penurunan stunting. Kita harus mulai dari ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, hingga intervensi pada anak usia 0 sampai 23 bulan,” ujar Halwiah. AJI

Pos terkait