SD Al-Azhar Mandiri Palu Lepas “Resiliara”, Generasi Tangguh dan Berkarakter

Pemberian cendera mata kepada Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit Arsyad, dari perwakilan Angkatan IV Resiliara SD Al-Azhar Mandiri Palu. FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Sebanyak 84 murid kelas VI SD Al-Azhar Mandiri Palu yang menamakan diri angkatan IV “Resiliara” secara resmi dilepas untuk melanjutkan proses pendidikan ke jenjang menengah, melalui perpisahan yang digelar di halaman sekolah, pada Sabtu (6/6/2026).

Nama Resiliara diambil dari frase “Resilience Era” diambil dari pengalaman para murid angkatan IV yang menjalani tahun pertama pendidikan dasarnya pada masa pandemi Covid-19. Hal itu membuat para murid harus menyesuaikan diri menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta beberapa waktu masa pembelajaran dengan metode daring.

“Angkatan IV memiliki cerita uniknya sendiri. Dimulai dari tahun pertama diterima bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, menjadi angkatan pertama yang harus menghadapi MPLS tanpa bertatap muka. Tetapi berhasil melaluinya dengan dukungan penuh orang tua. Selanjutnya pada tahun terakhirnya, angkatan IV menjadi yang pertama mengikuti proses Tes Kemampuan Akademik (TKA),” tutur Kepala SD Al-Azhar Mandiri Palu, Intan Rukmana.

“Terima kasih kepada para orang tua, atas kepercayaan dan kerja sama yang luar biasa selama ini,” sambungnya.

Intan turut menyampaikan harapan, agar angkatan Resiliara mampu terus menunjukkan perkembangan positif, pada jenjang pendidikan selanjutnya.

“Terima kasih atas perjuangannya selama enam tahun belajar di sekolah ini, terima kasih karena telah membuat kami bangga. Doa dan harapan terbaik dari kami akan terus menyertai langkah kalian ke depannya,” tandas Intan.

Acara perpisahan bertema “Resiliara: Achieving Memories, Preparing for the Next Level – Class of 2026” diramaikan sejumlah pertunjukan yang ditampilkan para murid SD Al-Azhar Mandiri Palu, di antaranya drama musikal, pantomim, nyanyi solo, tarian kreasi daerah, serta dipandu pembawa acara menggunakan tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab dan Inggris.

Pengawas Pembina Wilayah VI Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu, Suleha mengapresiasi lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, yang disebutnya sebagai pencetak murid-murid dengan sejumlah prestasi akademik, serta pencetak generasi pemimpin-pemimpin hebat.

“Kami selalu siap mendampingi teman-teman guru di Al-Azhar Mandiri untuk memberikan pembinaan kepada para murid,” kata Suleha yang hadir mewakili Kepala Dinas.

Sementara itu, Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit Arsyad menegaskan, lembaga pendidikan yang dinaunginya tidak sekadar memberikan pembelajaran akademik. Namun, turut mengasah soft skill setiap anak didik untuk membentuk karakter serta mengasah keterampilan.

“Di Al-Azhar Mandiri tidak sekadar belajar akademik, tetapi belajar kehidupan. Anak-anak diasah soft skill, kemampuan berinteraksi dengan orang lain, dilatih sesuai dengan bakatnya, ada yang seni, olahraga, ada kemampuan sains. Saya bersyukur orang tua sudah mempercayakan anak-anaknya,” kata Abdul Basit.

Salah satu contohnya, kata Abdul Basit, adalah para murid SD Al-Azhar diajarkan untuk mandiri dalam mengumpulkan anggaran untuk digunakan pada acara perpisahan. Pada momentum tersebut, angkatan Resiliara berhasil mengumpulkan anggaran lebih dari Rp90 juta dalam kurun 11 bulan, yang didapatkan melalui beberapa kegiatan seperti berdagang.

“Ini karena sejak kecil mereka sudah belajar mandiri, sesuai dengan nama Al-Azhar Mandiri. Mereka diajar untuk tangguh,” tegasnya.

“Ini baru langkah awal, bercita-citalah menjadi orang-orang hebat dengan kreativitas masing-masing,” pungkas Abdul Basit. IEA

Pos terkait