Arsip Kolonial Dipamerkan di Festival Literasi

Pengunjung melihat arsip kolonial yang dipamerkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Daerah Sulawesi Tengah saat pelaksanaan Festival Literasi, Senin (14/9/2026).

BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Daerah Sulawesi Tengah memamerkan sejumlah arsip dan foto-foto penting saat pelaksanaan Festival Literasi, Senin (14/9/2026).

Beberapa arsip yang dipamerkan berupa surat atau naskah asli dari era kolonial pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Sulawesi Tengah. Arsip-arsip tersebut menjadi bagian dari koleksi sejarah yang memiliki nilai penting dalam menggambarkan perjalanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah pada masa lalu.

Kepala Dispusaka Sulteng, Siti Rachmi Amir Singi mengatakan, pameran arsip merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan kekayaan sejarah daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Arsip ini bukan hanya dokumen lama, tapi bukti sejarah yang dapat memberikan gambaran tentang perjalanan daerah kita. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenal dan memahami arsip-arsip ini,” ungkap Rachmi.

Menurutnya, keberadaan arsip-arsip bersejarah perlu terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang atau rusak. Selain sebagai sumber informasi sejarah, arsip juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, peneliti maupun masyarakat umum.

Ia berharap Festival Literasi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal. Pameran arsip diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga memahami serta menghargai sejarah.

Selain arsip kolonial, Dispusaka Sulteng juga menampilkan sejumlah foto dokumentasi lama yang merekam berbagai peristiwa dan perkembangan Sulawesi Tengah. Seperti foto jatuhnya pesawat Merpati di Gunung Tinombala, peristiwa gempa, tsunami dan likuefaksi dan beberapa foto peristiwa lainnya. IKI

Pos terkait